BeritaGMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama)Lintas DaerahLintas ProvinsiNews

Pelatihan Olahan Jajanan Tradisional di Desa Pojok, Tulungagung, Dorong Peningkatan Ekonomi

390
×

Pelatihan Olahan Jajanan Tradisional di Desa Pojok, Tulungagung, Dorong Peningkatan Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Penajournalis.com Campurdarat, Tulungagung, 12 November 2024 – Sebuah pelatihan teknik pembuatan olahan jajanan tradisional telah sukses digelar di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendapatan Kabupaten Tulungagung ini diikuti puluhan warga Desa Pojok dan bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat melalui pengembangan usaha makanan.

Pelatihan ini memfokuskan pada pembuatan jajanan tradisional khas Tulungagung, seperti cucur. Para peserta, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga, mendapatkan pelatihan yang komprehensif. Tidak hanya sebatas teknik memasak, pelatihan juga mencakup aspek penting lainnya seperti kebersihan dan sanitasi, manajemen usaha, dan strategi pemasaran.

Salah satu peserta, Mbak Intan, mengungkapkan antusiasmenya. “Pelatihan ini sangat bermanfaat,” ujarnya. “Kami belajar tidak hanya cara membuat cucur, tetapi juga bagaimana mengelola usaha jajanan makanan secara keseluruhan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penjualan.” Mbak Intan menambahkan bahwa pendanaan pelatihan ini juga berasal dari dana desa tahun 2024, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.

Pelatihan ini juga mencakup bantuan berupa peralatan memasak, peralatan penyajian, dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan dalam proses produksi dan penjualan jajanan. Dengan adanya dukungan peralatan ini, diharapkan para peserta dapat langsung mempraktikkan ilmu yang didapat dan memulai usaha mereka sendiri.

Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Tulungagung (nama belum tersedia dalam teks sumber) berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian Desa Pojok dan Kecamatan Campurdarat. “Usaha jajanan makanan memiliki potensi ekonomi yang besar,” katanya. “Dengan memberikan pelatihan dan bantuan, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan potensi ini dan meningkatkan kesejahteraan mereka.”

Lebih lanjut, pengembangan usaha jajanan tradisional ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Keterampilan yang didapat para peserta akan memungkinkan mereka untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi yang dapat dipasarkan baik di tingkat lokal maupun regional.

Keberhasilan pelatihan ini menjadi contoh nyata bagaimana program pemberdayaan masyarakat dapat berkontribusi pada peningkatan ekonomi lokal. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan program serupa dapat terus dikembangkan di wilayah lain di Kabupaten Tulungagung.

Miswanto

Editor: Asep NS 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *