Penajournalis.com Jakarta, Rabu (28/01/2026) – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 di berbagai aspek, antara lain keselamatan, operasi, lingkungan, dan tata kelola perusahaan. Capaian ini disampaikan dalam Townhall Meeting (THM) Direktur Utama PHI yang berlangsung beberapa hari lalu di Jakarta, sekaligus memperingati HUT ke-10 PHI dengan tema “10 Years Strong for Indonesia”.
Acara diikuti oleh ribuan pekerja PHI-Regional 3 Kalimantan secara hybrid dari Jakarta, Balikpapan, serta wilayah operasi di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.
Direktur Utama PHI Sunaryanto (Anto) memaparkan kinerja perusahaan dan menegaskan bahwa keselamatan menjadi fondasi utama. “Kita mencatatkan kinerja keselamatan yang baik. Saya tegaskan, tidak ada target produksi yang lebih penting dari keselamatan. Tahun 2026, keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Di aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE), PHI berhasil mencatatkan 41,8 juta jam kerja selamat dengan NoA 0 dan TRIR 0,12. Untuk lingkungan, perusahaan meraih tujuh kandidat rating Hijau dan empat rating Biru pada PROPER 2025. Dari sisi operasi, produksi dan lifting minyak serta gas melampaui target, yang mencerminkan efektivitas perencanaan dan kolaborasi lintas fungsi.
Pada eksplorasi, PHI mencapai target 100 persen melalui pengeboran sumur SBKD-001, MDP-1X, dan SS-123 yang semuanya menemukan hasil positif. Jumlah pengeboran sumur pengembangan, work over, dan well service juga melampaui target, berdampak pada peningkatan cadangan 1P dan 2C.
Komisaris Utama PHI Meidawati menyampaikan rasa syukur atas perjalanan 10 tahun PHI dalam mendukung ketahanan energi nasional. “Ini adalah perjalanan prestasi yang tidak singkat, dan semua capaian ini merupakan hasil dari komunikasi dan kerja sama yang baik seluruh pihak,” katanya. Ia juga memberikan apresiasi atas capaian produksi migas yang melampaui target RKAP, serta menekankan pentingnya memperkuat keandalan aset dan budaya keselamatan.
Anto juga mengapresiasi dedikasi seluruh pekerja dalam menjaga operasi di tengah kompleksitas lapangan tua. “Produksi migas tetap terjaga dan pasokan energi dari Kalimantan terus mengalir berkat kerja kolektif seluruh elemen organisasi,” imbuhnya.
Memasuki 2026, PHI berkomitmen untuk terus mengedepankan keselamatan, investasi menguntungkan, dan tata kelola yang kuat sebagai fondasi keberlanjutan, sejalan dengan semangat “10 Years Stronger” untuk mendukung ketahanan energi nasional.
PT Pertamina Hulu Indonesia merupakan bagian Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi hulu migas di Regional 3 Kalimantan (Zona 8, 9, dan 10) sesuai prinsip ESG. Melalui anak perusahaan dan afiliasinya, PHI menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan di berbagai bidang untuk mendukung SDGs dan mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia.
( Tim / Red/Erik )
Editor: Asep NS














