Lintas Daerah Lintas Provinsi News

“Proses gelar Perkara Dugaan Kasus Penggelapan dan Penipuan Dengan Korban Marmiyati Diduga Banyak Intervensi dari Orang yang Berkepentingan “

Penajournalis.com, Wonogiri – Berdasarkan laporan polisi: LP/B/04/IX/2020 JTG res Wil/Sek puh tertanggal : 29september 2020 diterangkan bahwa korban ibu Marmi melaporkan sdr.Joko kaitan tanah bersertifikat shm atas nama ibu Marmi yang semula digadaikan kepada sdr. Joko sebesar:20jt ternyata telah dijual belikan kepada sdr. Yanto seharga 75jt. Dengan bukti dokumen perjanjian jual beli bermaterai tertanggal 28 Agustus 2019 berstempel dan bertanda tangan Lurah Giriharjo Puhpelem.Yang dilaksanakan di kantor kelurahan tanpa menghadirkan ibu Marmiyati selaku Pemilik sah SHM tanah tersebut.Setelah diadakan gelar perkara sebanyak 3 kali di Polsek puhpelem dilanjut gelar perkara yang dilimpahkan ke Polres Wonogiri menghasilkan keterangan : 1.Bahwa sdr Joko(terlapor) mengakui tidak ada proses jual beli tapi hal tersebut adalah gadai tanah sebesar 20jt. 2.Bahwa diterangkan sdr joko (terlapor) bisa menghadirkan bukti shm atas nama ibu Marmi.

Screen shot dari Video Pengakuan Yo, yang mengucapkan telah membeli Sertifikat tanah milik Marmiyati dari Jo

Dari hasil tersebut penyidik berkesimpulan bahwa belum ditemukan unsur tindak pidana penggelapannya dan masih akan didalami lagi untuk menghadirkan team kuasa ahli.
Di lain pihak sdr Taufiq sebagai kuasa ibu Marmi (pelapor) berharap penyidik untuk: melihat dan mempertimbangkan : 1.bukti adanya dokumen jual beli di kelurahan puhpelem yang ditandatangani bapak lurah dan dilegalisir kelurahan. 2. Adanya pengakuan dari sdr joko (terlapor) bahwa tidak ada jual beli. 3. Video rekaman yang dibuat berdasarkan ijin dari bapak Yanto selaku pihak pembeli tanah ibu marmi yang menyebutkan benar adanya telah membeli tanah tersebut seharga 75jt dari sdr joko(terlapor).

Apakah hal tersebut masih belum terpenuhi untuk dugaan tindak penipuannya.Akibat dari permasalahan tersebut ibu marmi (pelapor)hingga saat ini dikucilkan oleh saudara-saudaranya karena menjual tanah tersebut padahal kenyataannya hanya menggadaikan saja. Untuk itu bu marmi memohon keadilan dalam proses hukum yang sedang berlangsung tersebut. (Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.