BeritaGMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama)Lintas DaerahLintas ProvinsiNewsPena JournalisPendidikanTopik Terkini

Rektor Universitas Moestopo: AI Jadi Kunci Komunikasi Publik, Namun Etika Tetap di Tangan Manusia

7
×

Rektor Universitas Moestopo: AI Jadi Kunci Komunikasi Publik, Namun Etika Tetap di Tangan Manusia

Sebarkan artikel ini

Penajournalis.com Jakarta, Rabu (28/01/2026) – Program Studi Magister Ilmu Komunikasi (MIK) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) telah sukses menyelenggarakan webinar internasional bertajuk “Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi” pada Sabtu (24/01/2026).

Kegiatan yang diadakan secara luring di Kampus I Universitas Moestopo Jakarta mengeksplorasi transformasi Artificial Intelligence (AI) dalam mengubah lanskap komunikasi publik, strategi bisnis, dan kebijakan sosial di tingkat global.

Rektor Universitas Moestopo, Dr. H. Muhammad Saefulloh, dalam pemaparannya menyoroti peran AI sebagai tulang punggung komunikasi institusional saat ini. Menurutnya, AI efektif untuk analisis sentimen publik dan personalisasi konten, namun dengan catatan penting. “Pengawasan manusia tetap menjadi faktor paling krusial untuk menjaga aspek etika dan kualitas informasi demi menghindari risiko disinformasi serta bias algoritma yang sering muncul,” ujarnya.

Perspektif internasional disampaikan oleh Prof. Dr. Gerald Goh Guan Gan dari Multimedia University Malaysia dan Assoc. Prof. Dr. Wan Mohd Hirwani dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Kedua ahli sepakat bahwa AI bukan untuk menggantikan manusia, melainkan sebagai mitra sinergis. Melalui otomatisasi tugas rutin, komunikator dapat fokus pada peran yang lebih strategis, kreatif, dan inovatif untuk meningkatkan daya saing di era ekonomi digital berbasis data.

Karlina Octaviany dari GIZ Indonesia membahas sisi kebijakan dan perlindungan sosial, mengingatkan akan risiko deepfake dan kekerasan berbasis gender online yang menyertai perkembangan AI.

Ketua Program Studi MIK FIKOM Moestopo, Dr. Natalina Nilamsari, menegaskan bahwa webinar ini merupakan kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat memahami tantangan teknologi secara konstruktif. “Universitas berkomitmen untuk terus mengembangkan ilmu komunikasi yang adaptif namun tetap memegang teguh nilai-nilai etis,” tegasnya.

( Tim / Red/Erik )

Editor: Asep NS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *