Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I : Kultum Ramadhan hari ke16 Kiat Agar Mulia Dengan Al-Qur’an

Agama, News, Redaksi64 Dilihat

Penajournalis.com – Mimbar Dakwah oleh Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I dai Kamtibmas Polres Garut ketua MUI desa Margacinta, dewan penasehat rohani Penajournalis.com (Sabtu 09/05/2020)

Al Qur’an adalah kalamulloh yang diturunkan pada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril.Membacanya adalah bentuk ibadah pada Alloh.
Alloh menjadikan Al-Qur’an ini sebagai pedoman dan panduan dalam kehidupan seorang hamba.
Alloh berfirman:
فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
“Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan ia tidak akan celaka.

Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha: 123-124).

Maka barang siapa ingin selamat di dunia dan apalagi nanti di akhirat, tiada cara lain kecuali berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam.
Sebagaimana dikatakan oleh Abdullah bin Abbas ketika menjelaskan dua ayat tersebut,
“Allah menjamin kepada siapa saja yang membaca Al-Qur’an dan mengikuti apa-apa yang ada di dalamnya, bahwa dia tidak akan sesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat”. (Tafsir ath Thabari, 16/225).

Dan Rasululloh SAW bersabda :
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ
“Aku telah tinggalkan pada kalian dua perkara.
Kalian tidak akan tersesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah RasulNya”. (HR. Malik & Baihaqy)

Agar Al-Qur’an menjadi penerang jalan hidup kita, berikut adalah tahapan dalam berinteraksi dengannya.

1⃣ Mendengarkannya
Alloh berfirman:
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.
(QS. Al A’raf: 204)

Dari Ibnu Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah SAW berkata kepadaku “Bacakanlah kepadaku al-Qur’an”.
Ibnu Mas’ud berkata: Aku katakan: “Wahai Rasulullah! Apakah saya akan membacakannya kepadamu sementara ia diturunkan kepadamu?”.
Beliau menjawab: “Aku senang mendengarnya dari orang selain diriku”.
Maka aku pun membacakan surat an-Nisaa’, ketika sampai pada ayat :
فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ شَهِيدًا
“Bagaimanakah jika (pada hari kiamat nanti) Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi, dan Kami datangkan engkau sebagai saksi atas mereka”. (QS. An-Nisaa’: 41).

Aku angkat kepalaku, atau ada seseorang dari samping yang memegangku sehingga aku pun mengangkat kepalaku, ternyata aku melihat air mata beliau mengalir” (HR. Bukhari 4582 dan Muslim 800)

2⃣ Membacanya
Alloh berfirman :
الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Orang-orang yang telah Kami beri Kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya.
Dan barangsiapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi.
(QS. Al-Baqarah:121)

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

Utsman Bin ‘Affan berkata: “Sungguh aku membenci, satu hari berlalu tanpa melihat (membaca) Alquran.”
(Al-Bidayah wa an-Nihayah)

3⃣ Menghapalnya
Alloh berfirman,
بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ
“Sebenarnya, (Al-Qur’an) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang..”.
(QS. Al Ankabut:49)

Sesungguhnya hapalan Al-Qur’an bisa menentukan derajat penghuni surga.
Rasulullah SAW bersabda:
يقال لصاحب القرآن اقرأ وارتقِ، ورتل كما كنت ترتل في الدنيا، فإن منزلك عند آخر آية تقرؤها
“Akan dikatakan kepada shahibul qur’an (di akhirat) : bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca”. (HR. Abu Daud 2240).

4⃣ Mentadabburinya
Alloh berfirman,
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
“Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran” (QS. Shaad:29)

Syaikh Sholeh Fauzan menjelaskan tentang tadabbur, yaitu: “Kita memikirkan makna ayat-ayat Al-Qu’ran, apa yang ditunjukkannya, rahasia serta berita yang terdapat dari ayat-ayat tersebut, sehingga kita dapat mendapatkan manfaat berupa hidayah, rasa takut kepada Allah, dan ibadah kepada Nya, dan kita tahu apa yang harus kita lakukan dan apa yang kita tinggalkan dari perbuatan, perkataan, interaksi sosial, dan yang lainnya” (Tadabbur Al Qur’an hal 13)

Sehingga kita dapatkan para sahabat mereka mengkaji Al Qur’an sedikit demi sedikit.
Abu Abdurrahman As-Sulami menyebutkan bahwa para pembaca Al Qur’an semisal Utsman bin Affan dan Abdullah bin Mas’ud dan yang lainnya mereka belajar dari Rasulullah SAW 10 ayat. Mereka tidak menambahnya sampai memahami makna kandungannya dan mengamalkannya”.
5⃣ Mengamalkannya
Alloh berfirman :
الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ
“(yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat”. (QS. Az-Zumar :18)

Inilah tujuan utama diturunkannya Al Qur’an agar kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Utsman Bin ‘Affan rodhiyallohu ‘anhu berkata: “Ada empat hal ketika nampak merupakan keutamaan.
Jika tersembunyi menjadi kewajiban.
(1) Berkumpul bersama orang-orang shaleh adalah keutamaan dan mencontoh mereka adalah kewajiban.
(2) Membaca Alquran adalah keutamaan dan mengamalkannya adalah kewajiban.
(3) Menziarahi kubur adalah keutamaan dan beramal sebagai persiapan untuk mati adalah kewajiban.
(4) Dan membesuk orang yang sakit adalah keutamaan dan mengamalkan wasiat darinya adalah kewajiban, selama wasiyat tsb tidak melanggar syariat”.
(Irsyadul Ibad li Isti’dadi li Yaumil Mi’ad, hal: 90)

Doa Pilihan :
اللهم اجْعَل الْقُرْآنَ الْعَظِيْمَ رَبِيْعَ قُلُوْبِنَا، وَنُوْرَ صُدُوْرِنَا، وَجَلاَءَ أَحْزَانِنَا، وَذَهَابَ هُمُوْمِنَا وَغُمُوْمِنَا، وَسَائِقَنَا وَدَلِيْلَنَا إِلَى جَنَّاتِكَ جَنَّاتٍ النَّعِيْمِ
Ya Alloh.. Jadikanlah
Al-Quran yang mulia sebagai penyejuk hati kami, cahaya bagi dada kami, pelipur kesedihan kami, pelenyap kesusahan dan kegundahan kami, pengemudi
dan penunjuk kami menuju surga-Mu, surga yang penuh kenikmatan.

Semoga tetap ada dalam lindunganNya. Amiiin. (Redaksi Penajournalis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *