oleh

Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I., : Tiga Hal yang Harus Diwaspadai

Penajournalis.com, Garut – Mimbar dakwah bersama Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I., da’i Kamtibmas Rohbintal Polsek Koramil Leuwigoong Polres Kodim Garut, Ketua MUI desa Margacinta, Pimpinan Majelis Taklim Sunan Mataram Kp Cikukuk, Dewan Penasehat Rohani Penajournalis dan Lintangpena (Kamis 20 Oktober 2022)

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

بِـــسْمِ اللهِ الرَّحْـــمٰنِ الرَّحِـــيْمِ

TIGA HAL YANG HARUS DIWASPADAI

Diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bahwa Beliau pernah bersabda:
_”Barang siapa di pagi hari mengeluhkan kesulitan hidupnya (kepada orang lain), berarti seakan-akan dia mengeluhkan Rabbnya. Barang siapa di pagi hari bersedih karena urusan duniawinya, berarti sungguh di pagi itu dia tidak puas dengan ketetapan Allah. Barang siapa menghormati sesorang karena kekayaannya, sesugguhnya telah lenyaplah duapertiga agamanya.”

Melakukan Syikayah (pengaduan) atas nasib buruk yang dialami seseorang kepada orang lain termasuk pertanda tidak ridha atas bagian yang telah diberikan oleh Allah.

Kita tidak boleh melakukan syikayah, kecuali kepada Allah, sebab syikayah kepada Allah termasuk bentuk do’a. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat dari ‘Abdullah bin Mas’ud R.A bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda:
_”Maukah aku ajarkan kepada kalian beberapa kalimat yang diucapkan oleh Nabi Musa ketika menyeberangi laut bersama Bani Israil?

Kami (Para Shahabat) menjawab:
“Tentu saja mau, ya Rasulullah.”

Beliau bersabda: “Bacalah:

اللهمَّ لَكَ الحَمْدُ وَ إلَيكَ المُشْتَكَى وَ أنْتَ المُسْتَعَان وَلا حول وَلا قوَّةَ الا بِاالله العَلِيِّ العَظِيم

“AllaaHumma lakal hamdu wa ilaikal musytakaa, wa antal musta’aan, wa laa haulaa wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.”
(ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu; hanya kepada-Mulah kami mengadu; dan hanya kepada-Mulah kami memohon pertolongan. Tiada daya (untuk menjauhi maksiat) dan tiada kekuatan (untuk taat), kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.)

Al-A’masy berkata: “Sejak aku mendengar do’a tersebut dari saudara kandungku, Al-Asadi Al-Kufi yang menerima do’a tersebut dari ‘Abdullah R.A, maka aku tidak pernah meninggalkannya.”

Al-A’masy juga berkata: “Aku pernah bermimpi didatangi seseorang. Dia berkata: ‘Wahai Sulaiman, tambahkanlah pada do’a tersebut kalimat ini:

Dan kami memohon pertolongan kepada-Mu atas segala kesulitan yang ada pada kami dan kami memohon kepada-Mu untuk diberikan kebaikan dalam segala urusan kami.”

Orang yang di pagi hari bersedih karena urusan duniawi dikatakan telah membenci Rabbnya, sebab hal ini mencerminkan bahwa dia tidak ridha dengan qadha’ Allah, tidak bersabar atas cobaan-Nya dan tidak beriman dengan qadar-Nya, padaha semua yang terjadi di dunia ini adalah atas qadha’ dan qadar Allah.

Seseorang dilarang memuliakan orang lain karena hartanya, sebab menurut syari’at, seseorang hanya boleh memuliakan orang lain karena keshalihan dan keilmuannya. Orang yang memuliakan harta di atas segala-galanya berarti telah menghinakan ilmu dan keshalihan.

Syekh ‘Abdul Qadir Jailani qoddasalloohu sirrohu (Semoga Allah mensucikan rahasianya) dalam pesannya telah mengatakan: “Setiap mukmin tidak boleh lepas dari tiga hal berikut:

  1. Melaksanakan perintah Allah.
  2. Menjauhi larangan Allah.
  3. Menerima qadha’ dan qadar.

📚[Kitab Nashoihul ‘ibad, bab 3 – Maqolah ke 1].

Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I.

Reporter : Iwan Setiawan

Editor : Asep NS

Gambar Gravatar

Asep Nana , Seorang Jurnalis Senior Kawakan di Jawa Barat dengan segudang Prestasi yang menakjubkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.