Sarmi, Penajournalis.com – Praktik judi Toto Gelap atau yang lebih dikenal sebagai Togel, diduga kembali menguat di wilayah Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua. Kegiatan yang dikabarkan terjadi hampir tiap hari ini pun perlahan namun pasti mulai memicu kegelisahan di kalangan warga, sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai ketegasan pengawasan dari pihak berwenang.
Berdasarkan data yang diperoleh redaksi, aktivitas perjudian ini diduga berpusat di sekitar kawasan Pasar Sore, Kota Sarmi. Warga melaporkan transaksi dilakukan secara terang-terangan, dengan arus uang yang terus berjalan setiap harinya tanpa terlihat adanya upaya penindakan yang berarti.
Salah satu nama yang kerap disebut warga adalah sosok yang dipanggil “Paman”, yang diduga kuat berkaitan dengan jalannya aktivitas tersebut. Meski demikian, identitas lengkap serta peran pasti dari sosok ini masih memerlukan penelusuran dan penegasan resmi dari pihak kepolisian.
“Kami memohon, jangan sampai hal ini diabaikan. Judi togel ini sudah sangat mengganggu ketenangan kami. Yang kami ketahui, sosok yang dipanggil Paman itu beroperasi di sekitar Pasar Sore. Semoga Polres Sarmi segera bertindak dan melakukan pemeriksaan,” ungkap seorang warga yang berkeinginan tidak disebutkan namanya, pada Selasa (30/9/2026).
Redaksi juga menerima informasi bahwa terdapat beragam jenis pasaran yang dijalankan, seperti Sapporo, Osaki, Kamboja, Sidney, Kim, Singapura, SGP Toto, Beijing, Quezon, hingga Hongkong.
Banyaknya pasaran yang berjalan dalam satu hari mengindikasikan bahwa ini bukan sekadar aktivitas sesaat, melainkan sebuah jaringan yang terstruktur dan terorganisir — yang wajib ditelusuri jejaknya oleh pihak berwenang.
Ada hal penting yang perlu diungkap: siapa sebenarnya yang berada di balik layar, siapa yang mengelola penjualan, dan ke mana sebenarnya hasil uang dari perjudian ini dialirkan?
Warga meminta agar penindakan tidak hanya berhenti pada pelaku di lapangan saja. Mereka mendesak pihak kepolisian untuk turut mengungkap siapa bandar besar atau pengendali utama di balik kegiatan ini. Sebab, jika hanya pelaku kecil yang ditindak, sementara pengelola utamanya tetap bebas, dikhawatirkan praktik ini akan terus berulang.
Masyarakat berharap Polres Sarmi memperketat pengawasan dan segera menindaklanjuti informasi yang beredar. Apabila ditemukan bukti pelanggaran hukum, penegakan hukum diharapkan berjalan secara adil, transparan, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Fenomena ini kini menjadi tolok ukur kepekaan aparat di lapangan: apakah keluhan warga akan segera ditanggapi, atau justru dibiarkan menjadi masalah yang berkepanjangan?
Hingga berita ini diturunkan, redaksi Penajournalis.com masih berupaya menghubungi pihak Kapolres Sarmi guna mendapatkan tanggapan resmi terkait laporan ini, termasuk langkah-langkah yang akan diambil untuk menertibkan aktivitas tersebut.
{{Michael}}














