Penajournalis.com Makassar, 13 Mei 2025 – Kegaduhan melanda Kabupaten Pangkep menyusul terselenggaranya Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Transformasi Percepatan Kebijakan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)” di Hotel Aryaduta Makassar 11 Mei 2025. Kegiatan yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp 2,3 miliar ini menjadi sorotan tajam karena diselenggarakan secara tertutup dan menghalangi akses media serta publik.
Selama dua hari, 9-10 Mei 2025, acara tersebut berlangsung di balik tembok hotel mewah. Akses wartawan dan pemantau independen dihadang ketat. Seorang wartawan lokal mengungkapkan kekecewaannya karena ditolak mentah-mentah saat hendak meliput. Penjagaan ketat di sekitar lokasi semakin memperkuat dugaan upaya untuk merahasiakan kegiatan tersebut.
Ironisnya, Bimtek yang menggunakan anggaran negara yang signifikan ini justru digelar di hotel bintang lima. Pemilihan lokasi yang mewah tanpa transparansi memicu kecurigaan akan potensi penyalahgunaan wewenang dan inefisiensi anggaran.
Informasi yang berhasil dihimpun menunjukkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep hadir dan foto Bupati Pangkep terpampang di backdrop acara, mengindikasikan dukungan penuh dari pimpinan daerah. Keheningan dari pihak penyelenggara dan Dinas Pendidikan Pangkep terkait alasan ketertutupan acara semakin memperparah situasi.
Kritik pedas pun berdatangan dari berbagai pihak. Pengamat pendidikan dan aktivis antikorupsi menyayangkan tindakan yang dinilai menciderai prinsip transparansi dan reformasi birokrasi. Mereka mendesak agar kasus ini diusut tuntas.
“Jika tidak ada yang disembunyikan, mengapa harus tertutup dan dikawal ketat?” tanya seorang pengamat pendidikan yang enggan disebutkan namanya.
Publik kini menantikan klarifikasi dan pertanggungjawaban dari Bupati Pangkep dan instansi terkait. Transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara menjadi kunci utama kepercayaan publik. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keterbukaan dalam pengelolaan dana publik.
Levi
Editor: Asep NS















