#No Viral No JusticeBeritaGMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama)Karya JurnalistikLintas DaerahLintas ProvinsiNasionalNewsPena JournalisTopik Terkini

30 Lebih Titik Pengeboran LTJ di Botteng Diprotes: Potensi Strategis Berhadapan dengan Kekhawatiran Warga

67
×

30 Lebih Titik Pengeboran LTJ di Botteng Diprotes: Potensi Strategis Berhadapan dengan Kekhawatiran Warga

Sebarkan artikel ini

Penajournalis.com JAKARTA — Jumat, 11 September 2026 — Rencana pengeboran lebih dari 30 titik eksplorasi Logam Tanah Jarang (LTJ) di Blok Botteng, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, oleh PT Perminas (Persero) justru memicu penolakan sebagian besar warga setempat. Potensi LTJ Mamuju memang strategis — kadar oksida tanah jarang teridentifikasi 2.578–4.571 ppm — namun persoalan kepercayaan dan dampak lingkungan menjadi batu sandungan nyata di lapangan.

Kekhawatiran Warga: Lahan, Sumber Air & Ruang Hidup

Penolakan warga Botteng berpusat pada tiga hal utama:

– Lahan pertanian & pemukiman yang dikhawatirkan rusak atau berkurang
– Sumber air bersih yang menjadi tumpuan hidup terancam tercemar atau menyusut
– Sosialisasi dinilai belum memadai — warga merasa belum memahami risiko jangka panjang kegiatan eksplorasi

“Pertanyaan masyarakat harus dijawab berdasarkan bidang persoalannya. Lingkungan dijawab dengan kajian lingkungan, mineral dengan data geologi, lahan diselesaikan secara terbuka dan adil.” — Raldy Doy, Pendiri Beranda Ruang Diskusi

Eksplorasi Belum Sama dengan Tambang Produksi

PT Perminas menjelaskan kegiatan saat ini masih berada di tahap eksplorasi & penelitian awal berbasis IUP Eksplorasi. Hasil pengeboran nanti tetap harus melalui kajian kelayakan teknis, ekonomi, dan lingkungan sebelum diizinkan masuk tahap produksi — yang diperkirakan butuh waktu sekitar delapan tahun.

Pendekatan di Desa Takandeang terjalin lebih baik — ada koordinasi rutin dengan pemerintah desa, rencana penyediaan air bersih untuk Dusun Paladda, peluang tenaga kerja lokal, dan penyelesaian lahan terdampak. Namun pola itu belum berhasil direplikasi di Botteng.

Dialog Jalan Keluar — Bukan Sekadar Formalitas

Forum ilmiah bertema “Green LTJ” digelar 5 September 2026 di Mamuju, mempertemukan PT Perminas, BRIN, akademisi, peneliti, tokoh masyarakat, dan warga. Dialog semacam ini dinilai penting — bukan untuk memburu persetujuan instan, melainkan untuk saling menguji informasi secara terbuka.

Kunci penyelesaian: transparansi data, penyelesaian lahan yang adil, perlindungan mutlak sumber air, dan komitmen lingkungan. Kepentingan strategis negara dan kesejahteraan warga tidak harus berhadap-hadapan — asal prosesnya jujur dan terbuka.

Mamuju kini di persimpangan: potensi LTJ besar menanti, tapi keberlanjutannya bergantung pada satu hal — kepercayaan masyarakat.

(Red/Erik)
Editor: Asep NS

#LTJ #Mamuju #LogamTanahJarang #Pertambangan #Lingkungan #SulawesiBarat #PT Perminas #PartisipasiMasyarakat #EnergiNasional #KeadilanLingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *