
Penajournalis.com, Kab Sumedang – Setelah Bertahun-tahun warga RW 12 desa Mekargalih menunggu janji realisasi pipanisasi saluran air bersih yang dijanjikan oleh PT Perintis Putera Bangsa (Mega Laundry) yang berlokasi di desa Sayang Kec. Jatinangor Kab. Sumedang akhirnya bisa menikmati air bersih.
Adapun realisasi pemberian air bersih tersebut berawal dari keluhan warga RW 12 desa Mekargalih atas polusi asap dan debu dari cerobong PT Perintis Putera Bangsa (Mega Laundry) yang setiap hari dihisap dan mengganggu mereka selama bertahun-tahun, dan keluhan tersebut disampaikan kepada team liputan gabungan media online ternama termasuk Penajournalis.com, hingga bisa menghadirkan Dansubsektor 15 Satgas Citarum Harum, serta turun langsungnya perwakilan PT Perintis Putera Bangsa (Mega Laundry) dan mendengar sendiri tentang polusi asap dan debu efek dari hasil pembakaran yang keluar dari cerobong asap milik perusahaan dimana mereka bekerja.
Sudah hampir seminggu dari berita ini diturunkan warga desa Mekargalih sudah merasakan air bersih tersebut.

Team Liputan Penajournalis.com yang dipimpin langsung oleh Pimpinan Redaksi Asep NS, mencoba mengkroscek serta meminta statement dari berbagai pihak, diawali dengan Kades Mekargalih Dadan Jamaludin, Ketua RW 12 Imas hingga Manager PT Perintis Putera Bangsa (Mega Laundry) Senin (14/06/2021).

Diwawancarai diruang kerjanya, Kades Mekargalih Dadan Jamaludin menyampaikan, ” Saya mengapresiasi dari apa yang sudah diperjuangkan oleh Penajournalis.com, bersama rekan media lainnya yang sudah menjembatani keluhan warga masyarakat kami terutama warga RW 12 hingga bisa mendapatkan pipanisasi air bersih dari PT Perintis Putera Bangsa (Mega Laundry) yang selama bertahun-tahun warga kami hanya mendapatkan imbas menghisap polusi asap dan debu efek dari hasil pembuangan polusi asap melalui cerobong asap mereka “.
” Sebagai mitra kami hanya bisa mengapresiasi dengan ucapan banyak terimakasih, semoga apa yang telah rekan rekan perjuangkan untuk warga kami dibalas oleh Alloh SWT Tuhan YME dengan segala macam kebaikan “,tambah Dadan.
” Dan semoga pipanisasi ini bisa berlangsung selamanya, dan untuk polusi asap yang selama ini menjadi polemik diwarga kami bisa diperbaiki oleh pihak mereka dengan cara yang mereka anggap baik dan sesuai prosedur “.
Sementara itu dikediaman nya Imas Ketua RW 12 mengatakan, ” Kami sangat berterimakasih kepada bapak Pimred beserta jajaran dan rekan media lainnya yang telah berjuang hingga warga kami bisa menikmati air bersih yang selama ini beberapa warga kami kekurangan air bersih “.
” Sempat terjadi sedikit insiden dibelakang sepengetahuan kami yaitu pipa paralon yang mengalirkan air bersih dari PT Perintis Putera Bangsa, diduga ada yang menghantam dengan benda tajam hingga belah (Pecah) air pun memancar keluar dan tidak mengalir dengan lancar ke saluran warga, beruntung pada saat itu kami kontrol dan kami perbaiki “.
” Dan warga berkeinginan untuk bertemu dengan pak Pimred beserta jajaran dan dari media lainnya untuk mengucapkan terimakasih secara langsung “, pungkasnya.
Sementara itu pada saat berkunjung ke PT Perintis Putera Bangsa (Mega Laundry) dengan niat baik ingin meminta statement terkait kesan dan pesan setelah pihaknya memberikan pipanisasi air bersih, Team Liputan yang dipimpin oleh Pimred Asep NS dikecewakan dengan alasan sang Manager atas nama Yoyok tidak bisa menemui team dengan alasan langsung bertemu dengan costumer dan harus membuat janji dulu.
Disampaikan oleh Asep Pimred Penajournalis.com, ” Kami beserta jajaran direksi kami dan rekan media lainnya selalu mengedepankan Aspirasi masyarakat guna mendapatkan keadilan dan hak nya dari apa yang diharapkan terkait imbas yang diterima oleh masyarakat “.
” Saya memperjuangkan menjembatani hingga terealisasi nya pipanisasi air bersih ini dari dulu, dari semenjak saya masih menjadi wartawan disalahsatu perusahaan media ternama “.
” Masyarakat RW 12 desa Mekargalih saja melalui ketua RW nya menyampaikan ingin bertatap muka dengan kami untuk mengucapkan terimakasih, kenapa pihak perusahaan yang notabene sudah mendengar langsung keluhan masyarakat desa Mekargalih khususnya RW 12 perihal polusi asap yang sempat disangkal oleh pihak Mega Laundry yang menyebutkan bahwa sudah sesuai prosedur tapi ternyata masih mengganggu pernapasan warga, seakan tidak ingin mengapresiasi atau sekedar ucapan terima kasih “.
” Soal harus bikin janji via phone ataupun Chatting Whatsap dengan Sang Manager? Jangankan bikin Janji untuk ketemu, pada saat saya mempertanyakan perihal apakah benar Dansektor 21 ditelpon pihak Manager Mega Laundry yang pada saat itu akan dilakukan duduk bersama dengan masyarakat perihal polusi asap dan debu serta realisasi air bersih, yang seharusnya sang Manager yang hadir namun dengan alasan sudah menelepon Dansektor hingga Dansektor 21 menelpon Dansubsektor 15 untuk mewakili pihak Mega Laundry saja tidak dijawab oleh Manager Mega Laundry “.
” Padahal pada saat itu pula saya meminta ijin menelpon Dansektor 21 untuk menanyakan apakah benar dari PT Perintis Putera Bangsa (Mega Laundry) menelpon Dansektor 21, hingga Dansektor 21 menelpon Dansubsektor 15 dan menugaskannya untuk mewakili PT Perintis Putera Bangsa (Mega Laundry) bertemu dengan perwakilan warga, perwakilan Pemdes Mekargalih, dan juga team kami, di jawab dengan tegas oleh Dansektor 21 bahwa tidak ada telpon dari siapapun ataupun Manager Mega Laundry tersebut “.
” Jika pada saat itu kami tidak mengindahkan adanya pertemuan kemitraan dan mediasi terkait realisasi pipanisasi air bersih yang dijanjikan oleh pihak Mega Laundry, bisa saja kami up pemberitaan sebagai pembohongan publik ataupun mencatut nama Dansektor 21 yang secara ambigu praduga tak bersalah kami duga sebagai penggertak kepada team media “.
” Saya sangat kecewa, sudah sabar menunggu waktu jam istirahat mereka, dan berharap bisa bertemu dengan Manager PT Perintis Putera Bangsa (Mega Laundry) akan tetapi yang kami dapatkan jawaban yang kurang mengenakkan bagi kami “.
” Ada satu hal yang tidak sengaja kami dapatkan pada saat mengambil gambar jalur Pipanisasi Air Bersih tersebut, masih terdapat tumpukan sampah yang dengan sengaja dibuang ke sungai, padahal seminggu sebelumnya kami mendapatkan kiriman link pemberitaan dari Dansubsektor 15 Satgas Citarum Harum perihal pembersihan dan pengangkutan tumpukan sampah disekitaran sungai Cikeruh yang juga dibawah alur pipanisasi air bersih tersebut tepatnya dibawah jembatan penghubung antara desa Mekargalih dengan desa Sayang “.
” Dan yang paling penting juga, semoga Pemdes Mekargalih bisa membantu untuk penyaluran pipa ke warga yang tidak mampu membeli pipa paralon, agar bisa menikmati air bersih, dikarenakan ada warga yang mengeluhkan seperti itu “,tutup Asep NS.
(Latif Muhtar Aripin)















