Opini

Collector Bank Mandiri Tegal Cabang Selawi, Diduga Memeras Debitur

595
×

Collector Bank Mandiri Tegal Cabang Selawi, Diduga Memeras Debitur

Sebarkan artikel ini

Penajournalis.com – Setelah 2 hari setelah lebaran Fatuloh berangkat pulang ke kampung halamannya, yaitu kota Tegal, dengan niat dan tujuan untuk menyelesaikan masalah hutangnya ke Bank Mandiri cabang Tegal Slawi.

Awalnya fatuloh ingin memberikan surat gugatan, sekaligus ingin melunasi hutangnya. Terkait lelang yang sudah ditujukan kepadanya, (a/n Siti Markhumah) Istri fatuloh, aset yang akan dilelang adalah milik mertuanya. Dikarenakan merasa keberatan tidak ada keterbukaan dari pihak Bank yang selalu menyerahkan masalah hutangnya kepada orang yang mengaku collector yang bernama Solidin.

Dengan berbekal data yang didapat dari Bank Mandiri Cabang Ciamis yang nominalnya kurang lebih Rp.25.000.000,- karena hutang Fatuloh sudah hapus buku. Informasi tersebut diterima dari salah satu pegawai Bank Mandiri Cabang Ciamis.

Namun pihak Bank Mandiri Tegal, bersikukuh meminta pelunasan dengan angka nominal Rp.102.000.000 dengan ancaman aset akan dilelang tanpa putusan pengadilan.

Sesampainya di kota Tegal, Fatuloh langsung ke Cabang Bank Mandiri Slawi, yang awalnya ingin mengajukan surat gugatan, ia malah berbalik merasa kebingungan.

Karena dari pihak Bank Mandiri Cabang Tegal mengatakan kepadanya, “silahkan pak, kalau mau menggugat juga, kita juga punya pengacara”, ucap pegawai Bank yang membuat Fatuloh merasa ada dibawah tekanan dengan ucapan pegawai bank tersebut.

Dengan panik, akhirnya Fatuloh meminta bantuan kepada mertuanya, untuk membayarkan hutang tersebut sesuai permintaan Bank Mandiri Cabang Slawi yang akhirnya masalahnya pun selesai.

Namun setelah semuanya selesai Fatuloh masih merasa penasaran dan memvalidasi kembali data tersebut, ia kembali datang ke cabang Bank Mandiri yang berada di Ciamis, namun dari pihak Bank Mandiri Ciamis tetap membenarkan angka yang kurang lebih Rp.25.000.000 tersebut, bahkan pihak Bank Mandiri Cabang Ciamis menjelaskan dengan sangat rinci.

Pada akhirnya Fatuloh merasa sangat dirugikan oleh kejadian ini. Begitulah pengakuan Fatuloh ketika menjelaskan kepada wartawan yang saat itu sedang mampir ke warungnya,

Liputan : Yusef FS 

Editor    : Muhiran 

Selalu update info terkini. Simak berita dan video pilihan dari “Penajournalis.com” di Halaman Facebook, klik https://www.facebook.com/redaksipenajournalis untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Facebook terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *