oleh

Ketua Jawara (Jaringan Wartawan Bhayangkara) : Jangan Kehilangan Baroqah Ramadhan dan Baroqah Malam Lailatul Qodar Untuk Hentikan Covid19

Penajournalis.com – JANGAN KEHILANGAN BAROKAH RAMADLAN
DAN BAROKAH
MALAM QODAR UNTUK HENTIKAN COVID19, Oleh Ketua Jawara (Jaringan Wartawan Bhayangkara), Pendiri Penajournalis.com Yusman Andrian(22/04/2020)

Bismillaahirrohmaanirohimm,

1)Ramadlan adalah bulan penuh barokah.
Dengan full barokah, banyak urusan sulit jadi mudah.
Urusan mandeg mentok jadi ada solusi.Rizki yang kurang jadi cukup.
orang sakit jadi sembuh.Sering diluar perkiraan bahkan nalar kita.

2).Dalam malam Qodar (lailatul qodar),Allah turunkan jutaan malaikat, dipimpin malaikat Jibril,
untuk mengurus berbagai urusan manusia(Q:97,1-5)

3)Apakah Jibril dan jutaan malaikat tsb akan juga ditugaskan Allah Swt untuk mengurus dan menyelesaikan masalah Corona ini? Wallohu a’lam

4)Jika pendemik Corona,tidak juga berkurang apalagi selesai oleh barokah ramadlan, dan oleh turunnya jutaan malaikat pada malam ramdlan,
ini berarti masih ada masalah dengan alhlak dan perilaku kita dan ummat manusia,dengan iman taqwa kita,termasuk dengan kualitas shaum dan ibadah ramadlan kita.
Kok berhentinya pendemik covid 19 hanya dibebankan kepada ibadahnya umat islam dan shaum ramadlan??
Ya karena Allah Swt yg ciptakan Covid19,Allah adalah Tuhan semesta alam,Tuhan seluruh ummat manusia.Kita juga faham bhwa Islam adalah rahmatan lil a’lamiinn.

5).Kita selama ini yakin sekali dengan barokah ramadlan dan keluarbiasaan malam qodar,dimana kita siap itikaf sehari semalam suntuk untuk itu.
Kita ingat pula ayat Al quran ” Dan takutlah dengan fitnah(ujian) yg tidak hanya khusus ditimpakan kepada kaum yg zalim saja.Dan ketahuikah bahwa siksa Allah itu sangat keras”(Q,8:25).

5)Mari kita hindari kerugian tersebut*
Jadilah orang istimewa,yakni
Orang yang mampu Melaksanakan shaum dan ibadah ramadlan yg bermutu,walo dalam sikon darurat:PSBB dan stay at home.

6)Mari kita :
-Perkuat ketaqwaan, kesolidan dan harmoni keluwarga,yg selama ini agak terganggu karena kesibukan duniawi,termasuk dalam bulan ramadlan.
-Di rumah, bersama anak
istri,perbanyak berjamaah dalam mendekatkan diri kpd Allah dalam bentuk shaum,shalat fardu dan taraweh,
membaca,
menghafal dan mengkaji Al quran.
-Perkuat penahanan nafsu dan pengendalian diri,dalam bentuk lisan dan tindakan yg tidak baik, saat kita hadapi tekanan pendemik corona ini.
-Perbanyak pula zikir,doa,taubat serta komitmen dan tekad untuk memperbaiki pola hidup kedepan, yang lebih sesuai dgn tuntunan Allah dan Rasulullah saw.
-tingkatkan pula kepedulian kpd sesama, dalam bentuk peningkatan jumlah zakat infaq shodaqoh, bagi dhuafa masakin yang bertambah jumlahnya akibat corona.Termasuk bagi para petugas.
-Gunakan juga masa stay at home sambil shaum ini,untuk melahirkan kreasi, karya,teori,produk profesional kita, yg bermanfaat bagi ummat manusia.
-I’tikaflah dengan lebih sempurna pada 10 hari/malam terakhir,
agar pada malam qodar,jutaan malaikat yang turun di malam itu untuk mengurus semua urusan,Allah tugaskan secara khusus untuk menghentikan pendemik corona di Indonesia

Diatas semua itu,jangan pernah lelah,jangan pernah berhenti apalgi menyerah,untuk terus malaksanakan amar ma’ruf nahi munkar,kepada seluruh ummat manusia,dalam semua bidang kehidupan,agar Allah swt,selalu mencurahkan kasih sayangnya,dan tidak menggantinya,
dengan fitnah spt Covid19,yang telah mengguncangkan seluruh ummat manusia

Robbanaa laa tuaakhidznaaa
In nasiinaa aw akhtona
Ya Allah jangan adzab kami,karena kekhilafan dan kesalahan kami

Allohumma a’inni
A’laa dzikrika,
wa syukrika,
wa husni
‘Ibaadatika..
Ya Allah bantulah kami
Utk selalu dzikir,bersyukur dan ibadah terbaik kepada Mu

Mari kita sinerjikan,
*Kebijakan PSBB,usaha medis dan usaha ilahiyah dalam menghentikan Covid19*

Untuk Pencegahan Corona
28 Sya’ban 1442 H
22 April 2020. (Redaksi Penajournalis.com)

Gambar Gravatar

Asep Nana , Seorang Jurnalis Senior Kawakan di Jawa Barat dengan segudang Prestasi yang menakjubkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.