Penajournalis.com GARUT – Suasana penuh khidmat dan religius menyelimuti halaman Masjid Al Junaid Polsek Leuwigoong, Senin, 2 Juni 2026. Bertemakan “Membangun Karakter Bhayangkara Melalui Cahaya Al-Qur’an”, digelar acara pembukaan kegiatan pengajian rutin yang diikuti oleh unsur pimpinan, aparat kepolisian, tokoh agama, serta para jamaah.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolsek Leuwigoong Iptu Encang Suryana, Ketua Cabang Bhayangkari Polsek Leuwigoong beserta jajaran, Ketua MUI Kecamatan Leuwigoong, Sekretaris Umum MUI dan jajaran, Ketua Dai Kamtibmas Polsek Leuwigoong beserta jajaran, pengurus DKM, Pimpinan Majlis Taklim Masjid Al Junaid Ibu Hj. Romdiyyah, pengurus serta jamaah Pengajian Alhidayah Kecamatan Leuwigoong yang dipimpin Ustadjah Iis, serta seluruh undangan dan jamaah yang hadir.
Kapolsek Leuwigoong: Iman dan Takwa Pondasi Utama Pengabdian
Dalam sambutannya, Kapolsek Leuwigoong Iptu Encang Suryana menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pengabdian sebagai Bhayangkara tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik dan kepintaran berpikir, namun harus dibentengi dengan akhlak mulia dan nilai-nilai agama.
“Tema yang kita angkat hari ini sangat tepat dan bermakna besar: Membangun Karakter Bhayangkara Melalui Cahaya Al-Qur’an. Saya tekankan kepada seluruh anggota, bahwa iman dan takwa adalah pondasi utama agar kita tetap lurus dalam bertindak, jujur dalam bekerja, dan amanah dalam memegang tanggung jawab. Polisi yang dekat dengan Allah SWT akan menjadi pelindung yang amanah, dicintai masyarakat, dan terhindar dari perbuatan yang melanggar aturan maupun norma agama,” tegas Kapolsek.
Ia juga berharap pengajian rutin ini dapat menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antara pihak kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat, sehingga tercipta sinergi yang kokoh dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.
Ustadz Aceng Anwar: Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup dan Penyejuk Hati
Salah satu pemateri yang hadir, Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I. selaku Dai Binrohtal Sat Tahti Polres Garut, menyampaikan materi yang menyentuh hati seluruh jamaah yang hadir. Ia memaparkan bahwa Al-Qur’an hadir sebagai petunjuk, penjelas segala sesuatu, dan pembeda antara yang hak dan yang batil.
“Al-Qur’an bukan sekadar dibaca, melainkan harus diamalkan dan dijadikan pedoman hidup. Terutama bagi para abdi negara dan pelindung masyarakat, cahaya Al-Qur’an akan menjadi pelita yang menerangi setiap langkah tugas, menghilangkan keraguan, serta memberikan ketenangan batin di tengah tugas yang berat dan penuh tantangan,” ujar Ustadz Aceng.
Ia juga mengapresiasi inisiatif Polsek Leuwigoong yang secara konsisten mengembangkan kegiatan keagamaan. Menurutnya, langkah ini membuktikan bahwa institusi Polri semakin peduli akan pembangunan mental dan spiritual anggotanya demi terwujudnya Polri yang Presisi.
Acara berlangsung dengan lancar, penuh kekhusyukan, dan ditutup dengan doa bersama serta harapan agar pengajian ini dapat terus berjalan rutin, membawa keberkahan, serta menjadi sarana pembentukan karakter yang lebih baik bagi seluruh insan Bhayangkara dan masyarakat sekitar.
Iwan Setiawan
Editor: Asep NS















