Penajournalis.com Cirebon, Jawa Barat – Suasana haru menyelimuti Masjid Syarif Hidayatullah di Asrama Polisi Kaliwadas, Kabupaten Cirebon, Rabu (22/01/2025). Polresta Cirebon menggelar program Pesantren Kilat dan Ekonomi Kreatif yang menyentuh hati para anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Bukan hanya pelatihan keterampilan, program ini juga menekankan pembinaan mental dan spiritual, yang berujung pada momen emosional yang tak terlupakan.
Sesi hipnoterapi menjadi puncak acara. Di hadapan orang tua mereka (atau figur pengganti seperti Kapolresta Cirebon untuk yang yatim piatu), para ABH diminta untuk mengingat kesalahan lalu dan memohon maaf. Tangis pecah, menandai penyesalan yang mendalam dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Kanedi (15), salah satu peserta, berbagi kisahnya yang mengharukan. Rasa sesal atas kesalahannya bercampur dengan kerinduan pada mendiang ibunya. Pelukan hangat dari Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Sumarni, menjadi penghibur sekaligus penyemangat baginya untuk berubah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H. Ronianto, mengapresiasi pendekatan humanis Polresta Cirebon. Ia berharap program ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menangani ABH, tidak hanya dengan hukum, tetapi juga dengan sentuhan kemanusiaan. Program ini, yang melibatkan berbagai pihak termasuk Kajari Sumber dan Universitas Muhammadiyah Cirebon, diharapkan mampu membangun mental para ABH dan mempersiapkan mereka menjadi generasi yang lebih baik.
Sendi
Editor: Asep NS















