Pebajournalis.com Bandung, Jawa Barat – Subur Yanto Siregar, atau yang akrab disapa S. Yanto Siregar, merupakan sosok penting di balik kesuksesan Siliwangi Boxing Camp Kodam III/Slw. Selama hampir 26 tahun, ia telah mendedikasikan dirinya untuk memajukan dunia petinjuan di bawah naungan Kodam III Siliwangi dan TNI Angkatan Darat.
Perjalanan panjangnya dimulai pada tahun 1999, setelah mengikuti Penataran Pelatih dan Manajemen Tinju Profesional Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) dan Kemenpora RI. Saat itu, ia mewakili Jakarta karena berdomisili di sana bersama almarhumah istrinya, Serda Kowad Arie Wijiastuti.
Pada November 2001, atas inisiatif Pangdam III/Slw saat itu, Mayjen TNI Zainuri Hasyim, Siliwangi Boxing Camp didirikan. S. Yanto Siregar terpilih sebagai salah satu pelatih perintis bersama Alm. Apling Suyono, Alm. Wiem Demina, Alm. Frans Kaitini. Meskipun pelatih silih berganti seiring waktu, S. Yanto Siregar tetap setia dan konsisten membina para petinju hingga saat ini.
“Siliwangi Boxing Camp adalah camp tinju tertua dan paling eksis di jajaran TNI Angkatan Darat,” ungkap S. Yanto Siregar kepada wartawan MediaSaksiNews. Ia menceritakan awal berdirinya sasana dengan 10 petinju pemula, yang kini telah melahirkan beberapa juara nasional dan Asia.
Saat ini, Siliwangi Boxing Camp yang berlokasi di Mako Denmadam III/Slw, Jl. Kalimantan No. 14 Bandung, membina petinju profesional dan amatir, di antaranya Serka Ghalatry Sonny, Kopda Dudu Surya Maulana, Praka Ahmad Fajar, Pratu M. Alvi Lattarisa, Dio, Falsy, Agung, dan Dupai. Para petinju ini dilatih oleh tim pelatih yang terdiri dari Serka Anwar Solihin, Serka Suritno, Ongen Max Sopacua, S. Yanto Siregar, dan Udje (Humas/Liputan).
Dedikasi dan perjuangan S. Yanto Siregar selama bertahun-tahun telah mengharumkan nama Kodam III Siliwangi di kancah petinjuan nasional dan internasional. Semoga Siliwangi Boxing Camp terus maju dan berprestasi di masa mendatang.
Al Jupri Munawa
Editor: Asep NS















