BeritaBudayaLintas DaerahLintas ProvinsiNewsPendidikanSastra

Tokoh Masyarakat Kecam Penghujatan Terhadap Wayang Golek: “Jangan Manfaatkan Seni Budaya untuk Ciptakan Kegaduhan”

364
×

Tokoh Masyarakat Kecam Penghujatan Terhadap Wayang Golek: “Jangan Manfaatkan Seni Budaya untuk Ciptakan Kegaduhan”

Sebarkan artikel ini

Penajournalis.com Kabupaten Bandung,  – Beredarnya potongan video yang mencemooh keberadaan wayang golek dalam acara pengajian di Purwakarta, mendapat kecaman dari berbagai kalangan. Salah satunya Deden (65), seorang tokoh masyarakat dan budayawan yang tinggal di kawasan Kabupaten Bandung.

“Saya pikir keberadaan pagelaran wayang golek tidak bisa dianggap sebelah mata, karena Sunan Kalijaga saja menjadikan wayang sebagai sarana dan media dakwah Islam,” tegasnya.

Deden menilai bahwa penghujatan terhadap wayang golek merupakan tindakan yang keliru dan melupakan sejarah. Menurutnya, strategi dakwah yang digunakan oleh Walisongo, termasuk melalui seni dan budaya, telah berhasil menyebarkan Islam di Jawa Barat dengan pesat.

“Jadi sangat keliru jika ada tokoh yang menghujat keberadaan wayang golek, karena sama artinya dia telah melupakan apa yang telah dilakukan ulama terdahulu dengan pendekatan seni dan budaya,” jelasnya.

Hindari Kegaduhan Jelang Pilkada 2024

Deden juga mengingatkan bahwa menjelang pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2024, masyarakat diharapkan dapat menciptakan kondisi yang menyejukan, bukan sebaliknya membuat kegaduhan.

“Dengan mencemooh keberadaan wayang golek, yang sebenarnya sudah mengakar di masyarakat Jawa Barat sama saja artinya ingin membuat kegaduhan di masyarakat,” tegas dia.

Wayang golek, sebagai bagian dari seni budaya Indonesia, telah lahir sejak dahulu dan menjadi perekat bangsa. Deden meminta agar tidak ada tokoh yang memanfaatkan wayang golek untuk menciptakan kegaduhan, terutama di masa-masa menjelang Pilkada.

Rudi JPJ 

Editor: Asep NS 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *