Lintas DaerahNews

Warga Desa Cipancar Geram Atas Kinerja Kepala Desanya, Inginkan Keterbukaan Publik Perihal Anggaran, dan Penanganan Covid19

453
×

Warga Desa Cipancar Geram Atas Kinerja Kepala Desanya, Inginkan Keterbukaan Publik Perihal Anggaran, dan Penanganan Covid19

Sebarkan artikel ini

Penajournalis.com Garut- Mengikuti apa yang menjadi pidato Presiden RI tentang masyarakat harus kawal dana desa, puluhan warga Cipancar unjuk rasa dan berdatangan ke kantor kepala desa Cipancar untuk menemui kepala desa nya.

Dirasa sudah geram dan gerah akan kinerja kepala desanya yang diduga sudah tidak berjalan direl nya, dan sesuai janji janji serta visi misi ketika akan diangkat menjadi kepala desa, serta dianggap sudah dua kali didatangi dan tetap tidak berubah dalam kinerja nya, warga Cipancar kembali datangi kantor desa meminta agar kepala desa turun dari jabatannya (lengser).

Relawan Cecep Sopandi yang justeru datang untuk menjembatani pertemuan antara masyarakat Cipancar dan kepala desa menyampaikan, ” Saya hanya menjembatani walaupun sebenarnya saya sendiri sudah jengah dengan apa yang dilakukan oleh kades, dan apa yang menjadi keinginan masyarakat “, paparnya.

Ditambahkan Cecep Sopandi, ” Pantas saja warga marah, jangankan soal keterbukaan informasi publik perihal kinerjanya, datang ke kantor desa saja sudah jarang bahkan dalam sebulan bisa dihitung jari, ketika ada warganya yang sakit pun sampai tidak tahu “,tambahnya.

Adalah Sulaeman pemerhati dan peduli akan desanya, yang dulu sebenarnya satu jalan dengan kepala desa menyampaikan, ” Saya siap dengan kondisi apapun, saya rasa untuk diwilayah Garut ataupun Indonesia ini masih ada hukum yang baik atau aturan yang siap proses secara prosedur “,papar Sulaeman.

Ditambahkan Sulaeman, ” Kenapa saya berani bilang seperti itu, justeru kenapa setelah kepala desa ini sudah mengakui perbuatannya didepan kami kami sebagai warga nya bahkan sempat dilaporkan ke ranah hukum, kenapa bisa lolos dari proses hukum? “, tambah Sulaeman.

” Saya sendiri sudah tidak percaya dengan Polisi dan Wartawan dikarenakan dari dulu soal kades ini sudah diketahui kepolisian dan diliput oleh wartawan ujungnya tidak berujung proses hukum yang berlaku “, tegasnya sambil meninggalkan lokasi pertemuan.

Sementara itu Oyen, Kepala desa Cipancar mengatakan, ” Saya akui itu dan saya akui tentang apa yang menjadi permasalahan saya, dan saya siap berjanji hitam diatas putih dihadapan masyarakat untuk merubah kinerja serta pribadi saya “,ungkap Kades.

Suasana sempat memanas bahkan hadir berdatangan dari Babinsa dan Bhabinkantibmas untuk menjaga situasi dari anarkis.

Akan tetapi berkat jiwa relawan dan kepemimpinan yang dimiliki oleh Cecep Sopandi, situasi kondusif sampai selesai meski sempat terjadi ketegangan.

Warga masyarakat Cipancar tinggal menunggu waktu bukti-bukti yang diinginkan oleh masyarakat perihal bukti kwitansi pengeluaran pembangunan infrastruktur anggaran per anggaran yang telah dilakukan pemerintahan desa.

Hal unik dan yang akan dilaporkan oleh Cecep Sopandi beserta team gabungan liputan media online yaitu perihal adanya ucapan dari sang isteri kepala desa yang menyebutkan bahwa, ” Cecep Sopandi dan Wartawan datang pasti hanya ingin uang “, Informasi tersebut datang dari Helmi anggota BPD yang mengundurkan diri pada saat pertemuan tersebut yang justeru sudah bingung akan pertanyaan dari masyarakat sementara tidak bisa mendapatkan jawaban dari kepala desa yang seharusnya sinergitas antara BPD dengan kepala desa. (Team Gabungan Liputan Media Online)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *