AdvetorialBeritaBudayaGMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama)Hallo PolisiKarya JurnalistikLalu LintasLintas DaerahNasionalNewsPena JournalisTopik Terkini

KBO Satlantas Polres Semarang IPTU Sumianto, S.H., M.H.: Pengabdian, Kerendahan Hati, dan Cinta Budaya yang Menyatu

81
×

KBO Satlantas Polres Semarang IPTU Sumianto, S.H., M.H.: Pengabdian, Kerendahan Hati, dan Cinta Budaya yang Menyatu

Sebarkan artikel ini

Penajournalis.com KABUPATEN SEMARANG — Sosok Kepala Bagian Operasional (KBO) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Semarang, IPTU Sumianto, S.H., M.H., bukan hanya dikenal sebagai anggota Polri yang profesional dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas negara. Di tengah kesibukannya, ia juga menjadi figur yang sangat dicintai dan dihormati oleh warga Kelurahan Kupang Dukuh, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang — tempat ia bermukim.

Pantauan tim liputan khusus Penajournalis.com pada Minggu, 30 Agustus 2026, mengungkap sisi lain dari sosok IPTU Sumianto yang hangat dan dekat dengan masyarakat. Di hari yang sama saat Pemkab Semarang menggelar karnaval besar, IPTU Sumianto justru menjalankan tugas pengamanan (PAM) demi kelancaran kegiatan tersebut. Namun di sela-sela kesibukannya menjaga arus lalu lintas dan bersinergi dengan seluruh jajaran Satlantas Polres Semarang, ia tetap menyempatkan hadir memantau kegiatan warga di kampung halamannya.

Dipercaya Warga Pimpin Merti Dusun Kupang Dukuh

Bahkan, di tengah kesibukannya sebagai aparat penegak hukum, IPTU Sumianto dipercaya oleh warga Kupang Dukuh sebagai Ketua Panitia Merti Dusun dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81. Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa sosoknya dikenal rendah hati, luwes, dan selalu hadir di tengah masyarakat.

Kegiatan Merti Dusun Kupang Dukuh berlangsung sangat meriah, tak kalah semaraknya dengan karnaval tingkat kabupaten. Acara dimulai dengan Jalan Santai yang berangkat dari Lapangan Sepakbola “ISDI” Ngebul, menyusuri rute sepanjang wilayah Kupang Dukuh, dan kembali ke titik awal. Usai jalan santai, peserta dari setiap RT dan RW mempertunjukkan kekompakan melalui yel-yel serta pembagian hadiah door prize yang memeriahkan suasana.

Melestarikan Budaya Lewat Seni Reog Kuda Lumping

Rangkaian kegiatan masih berlanjut hingga malam hari dengan pagelaran seni budaya Kuda Lumping / Reog. Salah satu grup yang tampil adalah GSS (Griyo Seko Seni), yang diketuai oleh Ny. Yuli Sumianto — istri dari IPTU Sumianto.

Hal ini menunjukkan bahwa kecintaan terhadap budaya turun-temurun bukan hanya milik pribadi, melainkan nilai yang hidup dalam keluarganya. Seni Kuda Lumping/Reogan adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan dikenalkan kepada generasi muda agar tak hilang ditelan zaman.

Satu Sosok, Dua Pengabdian

Dari pantauan tim, terlihat jelas bahwa IPTU Sumianto adalah sosok yang mampu menyatukan dua dunia: pengabdian kepada negara sebagai pengayom masyarakat, sekaligus pengabdian kepada lingkungan dan budaya di sekitarnya. Ia hadir menjaga keamanan di jalan raya, namun juga hadir memimpin dan meramaikan kegiatan warga.

Tim liputan khusus Penajournalis.com juga berencana meliput pagelaran seni pada malam hari dan akan mencoba mewawancarai langsung IPTU Sumianto saat kegiatan berlangsung.

Dari sosok IPTU Sumianto dan Ny. Yuli Sumianto, kita belajar bahwa menjadi pengayom masyarakat tak harus berjarak. Kerendahan hati, kedekatan dengan warga, dan kepedulian terhadap warisan budaya justru membuat pengabdian semakin bermakna dan dicintai banyak orang.

#PengabdianTanpaJarak #SatlantasPolresSemarang
#HUTRIke81 #MertiDusunKupangDukuh
#PolriPresisi

Team liputan khusus Penajournalis.com

Editor: Asep NS 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *