
Penajournalis.com, Wonogiri – Seorang wanita paruh baya yang bernama Sumieum warga kp.Wolakwa Kel. Giriharjo Kec. Puhpelem yang bekerja sebagai kuli limbah kaca menuturkan kisah hidupnya yang harus bekerja sebagai kuli/buruh di penampungan limbah kaca, bergelut dengan eluh, keringat dan meski terkadang telapak tangan nya harus merasakan tergores oleh tajamnya pecahan beling kaca.(29/09/2020)
Demi mengais rupiah dan yang tidak seberapa, Sumiem dengan ikhlas bekerja dari pagi hari hingga petang menjelang.

Upah yang di dapatkan seorang ibu dari 3 anak tersebut di gunakan untuk menghidupi Keluarga dan suaminya yang sakit-sakitan.
Suami nya pernah menderita penyakit lumpuh , di karenakan dulunya pernah jatuh dari saluran air di sawah, yang membuat saraf kaki nya tidak bisa bergerak secara normal.
Dengan mengandalkan BPJS kesehatan, Sumieum membawa suaminya ke rumah sakit untuk segera di obati.
Suami Sumieum sempat di rawat di rumah sakit, ” Hampir setahun lebih Dan Alhamdulillah Suami saya bisa berjalan kembali namun belum sepenuhnya sembuh “, jelasnya seraya meneteskan air mata.

Sumieum hanya dibayar 50 rupiah/kg, pecahan kaca , ” Untuk mendapatkan uang 50.000. saya harus bekerja 2 sampai 3 hari, mengumpulkan pecahan kaca tersebut “, pungkasnya.
Team liputan sangatlah tersentuh melihat apa yang dilakukan oleh Sumiem, Redaktur Penajournalis.com Rahmat Hidayat mengatakan, ” Perjuangan yang dilakukan oleh ibu Sumiem mengingatkan saya akan sosok ibu saya yang begitu menyayangi keluarga nya dan rela serta mau melakukan apapun demi keluarga tercinta “.
” Semoga pemerintahan setempat bisa memperhatikan ibu Sumiem dan warga lainnya yang nasibnya serupa agar bisa mendapatkan bantuan sosial yang sesuai dengan program pemerintah ” pungkasnya.
(RH/RVL/JJN)















