oleh

Kabid Humas Polda Jabar : Temukan Orang Meninggal Dunia Di Saung Sawah, Anggota Polres Sumedang, Segera Cek Tkp

Penajournalis.com – Jum’at (10/4/2020), Bertempat di Saung / Pondok Sawah Dsn. Cijeler Rt. 01/01 Ds. Cijeler Kec. Situraja Kab. Sumedang, telah ditemukan orang meninggal dunia diduga akibat mengidap Penyakit Asma, Jantung dan darah Tinggi yang sudah menahun, korban diketahui an. Sdr. YOYO SUNARYA, 66 Th, Pekerjaan Petani, alamat Dsn. Cijeler Rt. 01/01 Ds. Cijeler Kec. Situraja Kab. Sumedang.

Disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Drs. S. Erlangga, bahwa korban ditemukan pertamakali oleh saksi Sdr. UDIN WAHYUDIN, 62 th, Pekerjaan Petani (Ketua Rw), alamat Dsn. Cijeler Rt. 02/03 Ds. Cijeler Kec. Situraja Kab. Sumedang.

Ketika saksi akan ke sawah, bermaksud untuk menebar binih padi, sebelumnya saksi sempat bertemu dan menyapa korban yang sedang memilih padi untuk dijadikan binih padi yang akan ditebar, selang waktu kurang lebih 30 menit ketika saksi melewati TKP, saksi melihat korban sudah dalam posisi telungkup dengan posisi kepala dibawah, selanjutnya saksi berniat untuk membantu korban dengan mengangkat kepala dengan menyandarkannya di pintu saung yang di ganjal dengan bantal, dimana sebelumnya saksi hanya mengira korban pingsan, setelah di cek hidung dan denyut nadi ternyata korban sudah tidak bernafas (meninggal dunia), tutur Kabid Humas Polda Jabar.

Selanjutnya saksi meminta bantuan dan memberitahukan kepada warga masyarakat, pihak Desa setempat dan Polsek Situraja Polres Sumedang Polda Jabar.

Adapun Menurut keterangan pihak keluarga korban Sdri. EUIS SUMIYATI (Istri korban), 55 th, Pek. IRT, alamat Dsn. Cijeler Rt. 01/01 Ds. Cijeler Kec. Situraja Kab. Sumedang, menerangkan banwa korban memiliki riwayat penyakit Asma, Jantung dan Darah Tinggi yang sudah lama dideritanya, serta dikuatkan oleh Pihak Tim medis Puskesmas Kec. Situraja Kab. Sumedang Sdr. TRI HARTONO yang menjelaskan bahwa pada tubuh korban tidak terdapat adanya tanda – tanda bekas penganiayaan, korban meninggal dunia diduga diakibatkan karena memiliki riwayat penyakit Asma, Jantung dan Darah Tinggi bukan diakibatkan karena Virus Corona (Covid-19).

Kabid Humas menjelaskan bahwa tindakan Kepolisian yang dilakukan yaitu segera melakukan pengecekan dan olah TKP, mengamankan dan memasang garis polisi di TKP serta meminta keterangan saksi dari keluarga korban.

Pihak korban menyadari bahwa kejadian tersebut merupakan musibah dan bukan akibat Tindak Pidana, selanjutnya membuat surat pernyataan untuk tidak divisum, yang disaksikan oleh pihak Kepolisian serta aparat Desa setempat dan langsung dilakukan pemakaman oleh pihak keluarga.(Boim N/Yana S/Nurdin)

Gambar Gravatar

Asep Nana , Seorang Jurnalis Senior Kawakan di Jawa Barat dengan segudang Prestasi yang menakjubkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.