Penajournalis.com-Rumpin, Bogor. Rabu, 28 Oktober 2020. Bertempat di Aula kantor Desa Mekarsari terjalin kerjasama yang sangat solid antara Pemerintah Desa Mekarsari dengan Tim Pukesmas Cicangkal melaksanakan Rembuk Stunting. Pukul 08:00 – 11:00 wib.
Perlu diketahui apa itu Stunting, Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.
Rembuk Stunting merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah tingkat Desa untuk memastikan terjadinya intergrasi pelaksanaan intervensi pencegahan dan penurunan stunting secara bersama-sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non-pemerintah dan masyarakat.

Narasumber dalam Rembuk Stunting ialah tim dari Pukesmas Cicangkal di antaranya :
- Nurul Maulidia, SG ( Ahli Gizi )
- Ida Halimah, SKM ( Promkes )
- Sumini ( Bidan Desa )
Turut hadir pula, Bhabinkamtibmas, Babinsa, LPM, BPD, MUI, Para Kader Posyandu, TP-PKK, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Para Ketua RT/RW.
Nurul Maulidia, SG, Ahli Gizi / Narasumber dalam pemaparannya, Sedikit saya papar tentang Stunting, Dimana stunting adalah Kondisi Gagal tumbuh pada anak/balita, ( Bagi Bayi di bawah lima tahun ) yang diakibatkan kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Perlu di ketahui kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan masa awal setelah bayi lahir. Maka kami dari Pukesmas Cicangkal Memberikan pemahaman tentang penting gizi bagi anak terutama ibu hamil. “Paparnya
Dan saya menghimbau kepada seluruh masyarakat terutama para kader posyandu dan TP-PKK agar selalu memonitoring dan mendata para ibu hamil dan anak-anak usia di bawah lima tahun. “Imbu Nurul Maulidia, SG ( Ahli Gizi ).

Dalam Rembuk Stunting Desa Mekarsari tidak hanya melakukan bagaimana mencegah kurang maksimalnya pertumbuhan pada Anak atau Bayi dan juga ibu hamil, sekaligus mengukuhkan kepengurusan Rumah Desa Sehat, di mana tupoksinya adalah sebagai sekretariat bersama bagi para pegiat pemberdayaan masyarakat dan pelaku pembangunan Desa di bidang kesehatan, yang berfungsi sebagai ruang literasi kesehatan, pusat penyebaran informasi kesehatan dan forum advokasi kebijakan di bidang kesehatan.
Hendrik Kepala Desa Mekarsari menyampaikan kegiatan Rembuk Stunting ini guna membangun kapasitas dan komitmen semua unsur baik pemerintah, masyarakat maupun lembaga kemasyarakatan dalam rangka mendukung upaya percepatan pencegahan dan penanganan stunting (gagal tumbuh) terintegrasi di Desa Mekarsari. Saya berharap tingkat stunting ini harus menjadi terdepan dan penyelamat dalam sektor Kesehatan di Desa Mekarsari. “Ucapnya

Masih kata dia-red, “Rembuk Stunting merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan oleh pemerintahan Desa, untuk memastikan terjadinya intergrasi pelaksanaan intervensi pencegahan jangan sampai adanya Stunting di Desa Mekarsari ( Bayi Kurang Gizi/Tumbuh tidak maksimal ), maka saya mengajak secara bersama-sama bertanggung jawab layanan kesehatan dengan sektor/lembaga non-pemerintah dan masyarakat.”Pungkas Hendrik mengakhiri
Wartawan : Boim















