BudayaKarya JurnalistikLintas DaerahLintas ProvinsiNewsRagamRedaksiSejarah

Ki Manteb Sudarsono : Seniman Kena Imbas Covid19

785
×

Ki Manteb Sudarsono : Seniman Kena Imbas Covid19

Sebarkan artikel ini
Ki Manteb Sudarsono Bersama ETA Team Penajournalis Solo

Penajournalis.com, Solo – Dampak mewabahnya penyebaran Covid 19 tidak hanya disandang oleh para pengusaha dan jasa. Namun di kalangan seniman juga tak luput kena dampaknya. Untuk mengetahui lebih jauh, Endah dari PENAJOURNALIS Minggu (30/8) mencoba menyambangi dalang Kondang Ki Manteb Sudarsono dibilangan Karanganyar Jawa Tengah. dalam suasana dikediamannya terlihat ornamen bangunan dengan interior melukiskan keasrian kediaman Ki Manteb yang mendapat julukan “dalang setan atau di kenal dengan dalang 3 zaman”.

Menurutnya , kondisi selama masa pandemi Covid ini ibarat dalam dunia pewayangan dalam lakon/cerita “Perang Barata Yuda” dalam lakon tersebut mengisahkan adanya sebuah Penyakit , Nafsu serta peperangan. Sementara ini selama masa pandemi tidak hanya para pengusaha, namun para Seniman juga terkena imbasnya ” sudah 6-7 lokasi manggung akhirnya di batalkan” ungkap nya.

Pria kelahiran Karanganyar yang bersamaan 31 Agustus ini ia genap usia 72 tahun namun diusianya kepala tujuh tidak menyurutkan dirinya dalam mengembangkan budaya daerah. Budaya Wayang yang digelutinya sejak ia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) adalah memilki filosofi yang sangat dalam. Wayang sebagai media Tontonan dan Tuntunan serta Tatanan kepribadian seseorang. Maka tak ayal jika di tahun 90an Wayang mendapat penghargaan dari Unesco.

Sementara itu ditengah percakapannya , Ki Manteb juga menyesalkan dewasa ini ada orang orang tertentu telah tuding sana sini dengan mengimbat Isyu SARA dan PKI yang mengarah pada ketidak percayaan terhadap pemerintahan saat ini dan ironinya mereka yang gembar gembor itu dilakukan oleh para petinggi sehingga justru membuat kondisi saat ini ditengah masyarakat kurang nyaman terkesan makin semrawut. “PKI itu sudah lebur tidak ada lagi ideologi PKI yang ada ideologi Pancasila, jadi tidak perlu lagi dijadikan isyu” ungkapnya Dalam menutup percakapan nya , ia berpesan agar generasi muda atau kalangan Millenial agar tetap gandrung atau mencintai budaya nya sendiri. Karena jangan sampai Indonesia yang memiliki multi budaya ini dikemudian di klaim oleh negara lain.

(ETA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *