BeritaGMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama)Lintas DaerahNasionalNewsPena JournalisTopik Terkini

Malam Tirakatan Meriahkan Kemerdekaan di Desa Growong Lor, Simbol Syukur dan Kebersamaan

108
×

Malam Tirakatan Meriahkan Kemerdekaan di Desa Growong Lor, Simbol Syukur dan Kebersamaan

Sebarkan artikel ini

Penajournalis.com Pati – Suasana kemeriahan malam kemerdekaan terasa sangat kental di desa Growong Lor Kecamatan Juwana Kabupaten Pati, khususnya Kapling Blok A RT 07 RW 03. Malam tirakatan 17 Agustus 2025 yang digelar pada tanggal 16 Agustus 2025 jam 19.00 WIB ini, dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah upacara potong tumpeng. Acara ini menjadi simbol syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diraih. Tumpeng dipotong langsung oleh perwakilan dari Kepala Desa Growong Lor Kecamatan Juwana, Bapak Narjo, dan diserahkan kepada tokoh masyarakat Ibu Dewi Purwati dan Bapak Dominikus Kusmanto.

Acara tersebut dihadiri oleh Perangkat desa dan BPD desa Growong Lor Juwana Kabupaten Pati, yaitu:

1. Plt. Sekdes: Yulian Setyoaji ST
2. Kaur Perencanaan : Tanto Wibowo
3. Plt. Kaur Keuangan : Supriyanti, SE
4. Staff Administrasi Dan Umum : Lis Rustiati BPD

Dalam sambutannya, Bapak Plt Sekdes Yulian Setyoaji ST mengatakan bahwa momen tirakatan malam 17-an ini bisa menjadi percontohan buat RT yang lain dan menjadi ajang silaturahmi antar warga.

Lebih dari sekadar tradisi, tirakatan mengandung pesan mendalam tentang pentingnya menghargai sejarah dan jasa para pejuang bangsa. Melalui doa, dzikir, dan renungan bersama, masyarakat diajak untuk mengingat perjuangan panjang dalam merebut kemerdekaan. Tradisi ini juga menjadi sarana memperkuat nasionalisme serta membangun solidaritas sosial antar warga.

Tirakatan juga mencerminkan nilai religius, di mana masyarakat memohon keselamatan, keberkahan, dan kemajuan bagi bangsa Indonesia. Kebersamaan yang terjalin dalam acara ini menjadi wujud nyata dari semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa.

Secara umum, malam tirakatan merupakan kegiatan doa bersama dan perenungan spiritual yang dilakukan oleh masyarakat menjelang peringatan 17 Agustus. Kata “tirakatan” berasal dari istilah Jawa yang merujuk pada laku batin atau usaha mendekatkan diri kepada Tuhan. Dalam konteks kemerdekaan, tirakatan diartikan sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih.

Tirakatan menjadi momen penuh makna untuk mengenang jasa para pahlawan. Selain itu, acara ini juga berfungsi sebagai sarana untuk mempererat kebersamaan antar warga melalui doa bersama, renungan, dan berbagai kegiatan lainnya.

(Nyi)

Editor: Asep NS 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *