IWO (Ikatan Wartawan Online)Karya JurnalistikOpiniRagamRedaksi

Mariska Lubis SE MIntS : “Gue! Good Looking RADICALIST!!!’

531
×

Mariska Lubis SE MIntS : “Gue! Good Looking RADICALIST!!!’

Sebarkan artikel ini
Gue..!! Good Looking RADICALIST!!!

Penajournalis.com, – “Gue! Good Looking RADICALIST!!!’

Bagaimana ada perubahan di muka bumi ini bila tidak ada pemikiran radikal yang memberikan perubahan?! Bagaimana bisa seseorang menjadi radikal yang mengarah pada jalan kebenaran dan kehidupan yang lebih baik bila tidak yakin dan tidak percaya diri?! Bagaimana kehidupan negeri ini bisa lebih baik bila rakyat tetap dijadikan objek politik, bukan diperlakukan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi?!

Sejak awal memasuki usia diijinkan mencoblos untuk Pemilu, saya menolak untuk melakukannya meski memiliki hak dan bahkan dianggap wajib. Entah pemikiran apa yang merasuki kepala dan hati ini, saya merasa tidak suka dan berdosa bila melakukannya. Bagaimana saya bisa memilih jika calon yang diajukan adalah calon-calon yang diajukan oleh Partai, bukan oleh rakyat sendiri?! Saya tidak tahu bagaimana orang-orang ini bisa sampai dipilih partai dan dicalonkan. Saya tidak paham bagaimana mereka bisa mengaku wakil rakyat bila mereka adalah wakil dari partai-partai mereka sendiri?!

Mariska Lubis SE MIntS (ML)

Pemilu dan Pilkada pun tidak mencerminkan demokrasi, menurut saya. Bagaimana mungkin seseorang dilegitimasi menjadi pimpinan daerah dan negara bila lebih banyak rakyat yang tidak memilih mereka, baik abstain ataupun memilih yang lain?! Jika mereka yang abstain dianggap bukan rakyat hanya karena tidak memilih, lantas siapa yang membiayai pemerintah berikut segala fasilitasnya?! Partai pun mendapatkan dana dari mereka, kan?!

Bayangkan, bila seseorang terpilih menjadi gubernur karena 70% rakyatnya tidak memilih dia, meski dia menang 60% dari hasil pencoblosan, 40% memilih yang lain dan hanya 50% rakyat memilih abstain/tidak mencoblos. Wajar bila pada akhirnya tidak mendapatkan dukungan penuh dari rakyat, dan wajar pula bila setiap Partai berebut posisi. Anggaran politik membengkak, rakyat pula yang menderita.

Bagi saya, voting adalah cara terburuk dalam berdemokrasi, terlalu riskan kecurangan dan politisasi. Kerja pun Akan menjadi sulit, karena tidak ada musyawarah untuk mencapai kesepakatan yang disetujui bersama. Beda sedikit, saling baku hantam, dan menyedihkannya, kepentingan Partai sepertinya lebih utama dibandingkan dengan kepentingan rakyat sendiri.

Mariska Lubis SE MIntS (ML)

Tidak bisa? Saya hanya bisa tersenyum menjawabnya. Jika pemerintah dan siapa saja bisa melakukan survey, kenapa tidak bisa rakyat ditanya langsung, siapa yang dicalonkan?! Jika ingin dicalonkan pun, bisa datang langsung memperkenalkan diri kepada rakyat, dan buktikan memang pantas. Rakyat tidak memilih pepesan kosong, calon pun bertanggungjawab pada rakyat secara langsung. Kecurangan?! Banyak sistem yang bisa dipakai untuk ini, teknologi sudah semakin canggih. Hanya masalah mau atau tidak, berani atau tidak digunakan.

Slogan “Gue! Good Looking RADICALIST!!!” sengaja saya buat untuk membuat semangat seluruh rakyat Indonesia agar berani berubah dan sama-sama dengan keyakinan dan rasa percaya diri penuh berjuang menggapai kehidupan dan masa depan yang lebih baik. Sudah waktunya berpikir untuk mencari jalan dan cara yang lebih baik dalam bernegara dan bermasyarakat, pemikiran normatif yang selama ini “biasanya” diterapkan Dan diyakini benar terbukti sudah membuat kita semua semakin hancur. Perubahan di negeri ini bukan tergantung pada pemerintah, Partai, dan orang-orang politik, tetapi ada di tangan rakyat sendiri.

Saya yakin rakyat Indonesia semakin cerdas dan pintar. Semakin mengerti juga bahwa tidak ada gunanya mendengar semua janji mania dan kata-kata mereka yang berebut posisi dan jabatan, apapun alasannya. Rakyat yang berkuasa, rakyat yang menentukan. Merdeka!!!

Mariska Lubis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *