Lintas DaerahNews

Mariska Lubis : Silaturahmi Pembuka Jalan

380
×

Mariska Lubis : Silaturahmi Pembuka Jalan

Sebarkan artikel ini

Penajournalis.com, Bandung – 11, Agustus,2020

Rasululllah menyarankan ummat Muslim untuk menjalin silaturahmi, dan tentunya bukan sekedar basa basi belaka bagi para pengikutnya yang yakin dan beriman. Silaturahmi memang sangat penting di dalam menjalani kehidupan ini, sebagai makhluk sosial kita tetap tidak bisa hidup sendiri, kita tidak mampu mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Kita tetap butuh orang lain untuk mengerjakan pekerjaan sesuai dengan bidang, keahlian, dan tempatnya masing-masing. Semakin banyak teman, silaturahmi yang terjaga dan terjalin dengan baik, semakin besar jalan terbuka baik ilmu, perdagangan dan ekonomi, dan lain sebagainya.

Beberapa hari lalu, saya berkesempatan berjumpa dan berkumpul dengan para sahabat di sebuah rumah makan Padang, di daerah Jakarta Selatan. Kami membicarakan berbagai masalah dalam bidang ekonomi dan perdagangan, serta berusaha mencari solusi bersama-sama. Kami berprofesi dan memiliki latar belakang berbeda-beda, namun itu tidak menjadi masalah, justru perbedaan ini yang dibutuhkan agar bisa melepaskan diri dari kotak dan tidak masuk ke dalam kotak lainnya. Sudut pandang akan semakin luas bila tak bersudut, sehingga tidak melingkar tetapi bisa menjadi sebuah garis lurus.

Ada tiga hal penting yang selama ini menjadi masalah utama di dalam mengatasi masalah ekonomi dan perdagangan saat ini, yaitu silaturahmi, data, dan minimnya peredaran uang cash di masyarakat saat ini. Hal-hal mengenai aturan, kebijakan, dan manajemen pemerintah sudah tidak perlu lagi dibahas, sebab sebagai rakyat biasa, sebaiknya lakukan saja yang bisa dilakukan. Berkutat dengan urusan pemerintah melulu tidak akan membantu menyelesaikan masalah yang ada.

Silaturahmi menjadi sebuah pembahasan penting sebab tanpa terjalin silaturahmi yang baik, maka sulit untuk bisa membangun sebuah kekuatan ekonomi. Untuk berdagang pun sulit dan terbatas. Sebagai contoh, daerah A kelebihan pasokan jamur kuping, sementara daerah B kekurangan pasokan jamur kuping. Berhubung tidak kenal dan tidak ada komunikasi apalagi yang menghubungkan, pada akhirnya kedua daerah tersebut mendapatkan masalah. Padahal, bila saja terjalin silaturahmi dengan komunikasi yang baik, kedua daerah tersebut sama-sama mendapatkan keuntungan.

Seperti yang pernah saya ungkapkan di berbagai seminar tentang UMKM, website UMKM yang sangat banyak jumlahnya, meski hebat, bagus, tetap tidak akan memberikan pengaruh besar bila tidak ada silaturahmi yang terjalin dengan baik antar banyak orang. Bila ada 200 orang per kabupaten yang saling kenal dan berhubungan baik, saling komunikasi Dan bertukar informasi tentang produk lokal masing-masing bisa membuat perekonomian bergerak. Apalagi bila ditambah dengan adanya kejujuran, keterbukaan dan keikhlasan, insyaallah semua akan terbantu.

Pemerintah bisa juga terbantu bila kemudian dari data yang terkumpul dibuat up to date. Masing-masing individu bisa melaporkan hasil dari kegiatan yang terjadi atau dilakukan, tentunya dengan bukti-bukti serta saksi-saksi agar dapat dipertanggungjawabkan. Mana daerah yang kekurangan dan mana yang berlebih pada akhirnya bisa saling bertukar informasi dan yang terpenting adalah saling membantu serta bekerjasama. Kebijakan yang Adil Dan bijaksana bisa dibuat lebih mudah tanpa perlu merekayasa dan “olah-olah” untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu semata. Pemberdayaan masyarakat dan hasil kerja pun bisa lebih maksimal, tidak perlu berlebihan import produk dan barang dari luar negeri, maksimalkan apa yang ada di negeri sendiri. Alasan-alasan sulit untuk dibuat, cukup laksanakan secara tekun Dan konsisten hingga kesejahteraan mengalir sedemikian indahnya.

Sulit? Tidak. Semua hanya tergantung pada niat, usaha, dan kerja keras. Bila tidak Ada yang memulai, lantas siapa lagi?! Memang butuh kesabaran, kerendahan hati, dan kebesaran jiwa untuk menerapkan semua ini. Kapan lagi?! Mulailah sekarang juga, jangan sampai bayang-bayang itu pun melewati masa dan waktunya, hingga penyesalan pun menjadi tiada akhir.

Semoga berguna dan bermanfaat.

( Rahmat Hidayat )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *