AgamaBudayaKarya JurnalistikLintas DaerahNewsRagamRedaksiSejarah

Napak Tilas Sejarah Makam 4 Serangkai, Syekh Balung Tunggal/Singadapur/Syekh Gedeng Mataram/Dalem Raden Taruna, Bersama Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I. (Part 3)

1333
×

Napak Tilas Sejarah Makam 4 Serangkai, Syekh Balung Tunggal/Singadapur/Syekh Gedeng Mataram/Dalem Raden Taruna, Bersama Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I. (Part 3)

Sebarkan artikel ini

Penajournalis.com, Kab. Garut – Melanjutkan napak tilas silsilah keturunan keluarga besar Syekh Gedeng Mataram/Singadapur/Syekh Balung Tunggal/Dalem Raden Taruna, bersama Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I., Da’i Kamtibmas Rohbintal Polsek Koramil Leuwigoong Polres Kodim Garut Ketua MUI Desa Margacinta, Dewan Penasehat Rohani Penajournalis.com, Guru Besar Majelis Taklim Madrosah Sunan Mataram, dan Kuncen Makam Syekh Gedeng Mataram Kp Cikukuk (Rabu 17/02/2021).

Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I

Disampaikan oleh Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I., ” Hubungan Syeh Gedeng Mataram Aljawi dengan Senopati Mataram Islam/ syeh Arip Muhammad/ Dalem Cangkuang Leles “.

” Menurut riwayat Kuncen Kp Adat Pulo dan juru kunci sekaligus Turunan ke 9 Dari Syeh Arip Muhammad, serta menurut riwayat kasepuhan Limbangan Syehuna Mama Rd Ubus Bustomi Alm,
dan kasepuhan ponten Al.Aqso Cibeusi Sumedang Mama KH Rd Enoh Asshupi.Alm., Bahwa diantara Ulama Mataram yang paling tua dan hijrah ke Garut (kab Limbangan)
adalah Kanjeng Syeh Gedeng mataram putra Raja Mataram Islam pertama Sunan Seda Jenar/ Syeh Panembahan Senopati/ Sayyid Rd Sutawijaya “, tambahnya.

” Yang hijrah dan bermukim dipontren Kp Cikukkuk Ds margacinta kec Leuwigoong (dahulu masuk ke kec Leles kab Limbangan) kab Garut, Setelah beliau bermukim selang beberapa tahun kemudian Senopati Mataram Islam Syeh Arip Muhammad dan Syeh Maujud/ Sunan Pangadegan Cangkuang dan pasukannya terdesak perang melawan VOC Belanda dan Batavia dan Karawang
dan akhirnya beliau hijrah bersama pasukannya ke wilayah Cangkuang Leles atas saran dan izin petunjuk Syeh Gedeng Mataram dan kawan-kawan “.

” Sampai Ahirnya beliau bermukim di Cangkuang sekaligus menyebarkan ajaran Islam beraqidah Ahlu sunnah waljamaah ( Aswaja)/Suni madhab imam Asy’ari bermadhab fiqih imam Syafii bermadhab tasaup toriqoh leluhurnya Walisongo “.

” Dan dari perjalanan beliau Syeh Arip Muhammad Cangkuang dinikahkan dengan putra Dalem Cangkuang keturunan Ratu Buniwangi/ Nyimas Rambut Kasih putri Sunan Rumenggong Limbangan “.

” Dan akhirnya dikaruniai 6 orang puteri dan 1 putera, akan tetapi putra laki-lakinya meninggal dunia sewaktu perayaan syukuran hitanan pada Hari Rabu, karena melanggar adat istiadat oleh Syeh Arip Muhammad, dilarang mengadakan acara menampilkan gamelan Goong.Makanya pada Hari Rabu tidak diperbolehkan ziarah kubur ke makam Dalem Cangkuang Leles “.

” Dan untuk melestarikan serta mengenang 6 putrinya maka dibuatkannya rumah adat kampung Pulo yang berjumlah 6 rumah dan 1 mushola “.

” Hingga sampai sekarang kampung Pulo masih di jaga adat istiadat tidak boleh kurang dan lebih, merupakan wasiat dari Syeh Arip Muhammad Cangkuang Leles Garut “, pungkasnya.

(Iwan Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *