Karya JurnalistikNewsRedaksi

PenjarA, Orang Madura ..

365
×

PenjarA, Orang Madura ..

Sebarkan artikel ini

Penajournalis.com. Ku lihat lepas dari jendela kamarku,
Cakrawala,
Terangnya masih tersisa diselimut mendung,
Hujang siang hari ..

Suara adzan Dhuhur,
Mengusik tidur pagiku,
Sesal,
Karena
Penat sekujur tubuh belom selesai,
Sementara,
Sadarku menuntut untuk melangkah,
Haiyya alasholah!

Kulihat cahaya mengantarku pada
mata,
TerseAt dicermin jendela kamarku,
Kulihat,
Patok bambu,
Dan belahan kayu jati tua,
Masih mengunci jendela kamar itu,
Rapuh oleh dendam,
Karena sebab yang palsu,
Tapi kubiarkan saja!
Biarlah dendam itu hilang bersama waktu datangnya kebaikan..

Sebab,
Rapuh dan kepalsuan hanya seusia dendam,
Toh nanti juga hilang ..
Seperti,
Awan mendung yang kulihat berangsur,
Disapu cahaya siang hari,
Menyentuh jendela kamarku..

Kamarku,
Hari ini dan sejak kemaren,
Ku tak menyangka?
seperti ingatan ku pada penjara kelabu si Anak Madura,
Namanya SAKERA,
Apa iya ?

Cuih!
Bukan!
Kamarku layaknya hanya penjara keangkuhan dari aku,
melihat,
dan melempar keluar,
Oleh kesombongan diri,
Yang berakhir menindas!

Kamar ini hanya penjara kepalsuan,
Oleh ku sendiri,
Bukan seperti penjara SAKERA,
Buihnya,
Karena pertaruhan harga diri melawan penindasan penjajah atas kaumnya,

SA KE RA !
Adalah lelaki di atas celurit,
Pertaruhan nya?
Adalah menebas angkuhnya kuasa atas sikuat kepada yang lemah..

Dia lelaki sejati,
Sebab loyalitasnya melampaui pada janji,
Dialah SAKERA,
Yang membuktikan janji berkhianat pada loyalitas,
Dialah SAKERA,
Yang membuktikan Sahabat lekang oleh waktu seiring munculnya kepalsuan,

Bagi SAKERA,
Keadilan adalah hidup,
dan CINTA pada MarLena,
adalah ..
Keberanian tegak,
Walauuuu ..
Bercampur racun,
Yang bertaruh,
Dan…
Berakhir keliang lahat,

Keberanian tegak,
Adalah PUTIH,
Sementara penghianatan dan kepalsuan adalah..
Warna warni,
fatamorgana ..

CINTA ..
Itu putih awalnya,
Waktulah merubahnya,
Menjadi warna,
Tapi ..
MERAH,
Adalah penegasan bahwa ada drama anak manusia yang telah mengalir..

HIDUP .. Lah!
Sa K e Ra ..
Dia menjadi inmortal,
Atas nama,
Keadilan,
Cinta,
Penghianatan,
Dan..
Kepalsuan,

Sebab,
Ketakutan,
Akan dendam,
Masih selalu menjadi hantu atas manusia2 kerdil …

Namun ..
Tak peduli itu semua!
Sa Ke Ra ..
Telah membebaskan PENJARA dari tawanan dendam..

Ooh Tuhan ..

Qomat pun tiba,
Haiiyyaa alasholah,
Haiiyaaa alalfalah,
Allahu Akbar!

Karya : M. Nur Lapong

( Mariska Lubis )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *