BeritaGMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama)InternasionalKarya JurnalistikNewsPena JournalisPPWITopik Terkini

Perkuat Jembatan Antarbenua: Spanyol dan Maroko Bangun Kemitraan Strategis di Tengah Isu Ceuta

90
×

Perkuat Jembatan Antarbenua: Spanyol dan Maroko Bangun Kemitraan Strategis di Tengah Isu Ceuta

Sebarkan artikel ini

Penajournalis.com RABAT — Di tengah sorotan dunia pasca-lonjakan isu migrasi di Ceuta, kota otonom Spanyol yang berbatasan langsung dengan Maroko, Pemerintah Spanyol secara tegas membantah spekulasi penyusunan rencana darurat (contingency plan) terhadap Rabat. Penolakan narasi konfrontatif ini justru menegaskan komitmen kedua negara untuk terus memperkokoh kemitraan strategis yang solid di kawasan Laut Tengah.

Bantahan Resmi, Kerja Sama Ekonomi Tetap Menguat

Bantahan resmi tersebut muncul setelah laporan media Spanyol mengutip dugaan rencana kontinjensi itu. Pemerintah Spanyol menegaskan tidak ada rencana semacam itu yang sedang dikerjakan. Sebaliknya, Madrid dan Rabat terus mempererat kerja sama di berbagai sektor vital, terutama perdagangan dan stabilitas kawasan.

Secara ekonomi, Maroko merupakan mitra dagang utama Spanyol di benua Afrika. Nilai perdagangan bilateral pada 2024 mencatatkan rekor sejarah melampaui US$22 miliar. Ekspor Spanyol ke Maroko mencakup komoditas strategis seperti minyak olahan dan gas alam, dengan volume impor gas Maroko melebihi 822 gigawatt-jam.

Meski Partai Popular (PP) dan partai sayap kanan Vox melancarkan kritik tajam, pemerintah Spanyol tetap konsisten mendukung kerja sama, dan mengakui peran Maroko dalam membantu meredam krisis migrasi secara efektif.

Dukungan Internasional: Pilih Diplomasi, Bukan Konfrontasi

Sikap kooperatif kedua negara mendapat dukungan dari kalangan internasional. Wilson Lalengke, Presiden Indonesia-Sahara-Morocco Brotherhood (Persisma), menyambut baik ketegasan Spanyol yang menolak narasi konfrontatif dan memilih jalur diplomasi konstruktif.

“Isu migrasi di perbatasan seperti Ceuta memerlukan pendekatan holistik, bukan kebijakan defensif yang reaktif. Kami optimistis kemitraan ini akan berjalan demi kestabilan ekonomi dan keharmonisan sosial di kawasan Gibraltar, serta dapat menjadi model global menyelaraskan kepentingan geopolitik dan penanganan isu kemanusiaan lintas benua,” ujar Wilson Lalengke dari Jakarta, Rabu, 2 September 2026.

Sejalan dengan Pemikiran Dialog Antarnegara

Pendekatan ini sejalan dengan pemikiran filsuf Jerman Jürgen Habermas (1929–2026) melalui konsep Communicative Action, yang menekankan bahwa penyelesaian konflik hanya dapat dicapai melalui dialog dan rasionalitas komunikatif, bukan prasangka atau tindakan sepihak. Spanyol dan Maroko memilih membangun ruang transparan berlandaskan rasa percaya dan ketergantungan yang saling menguntungkan — membuktikan bahwa diplomasi komunikatif adalah kunci menghadapi krisis global.

Kemitraan yang kokoh ini membalikkan wacana ketegangan menjadi peluang kolaborasi. Dengan dukungan lembaga internasional seperti Persisma, masa depan kerja sama kawasan Mediterania diharapkan semakin solid, adil, dan sejahtera bagi kedua bangsa.

PERSISMA / Red /PPWI 
Editor: Asep NS

#SpanyolMaroko #KemitraanStrategis #Diplomasi #Ceuta #PerdaganganInternasional #Persisma #WilsonLalengke #HubunganAntarnegara #Penajournalis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *