
Penajournalis.com, Sumedang – Jum’at (23/10/2020) pukul 09.30 Wib berada di kawasan hutan mata air cikandung yang terletak di bagian barat daya kawasan kaki Gunung Tampomas. Tepatnya terletak di kawasan Dusun Sukasari Desa Nyalindung Kecamatan Cimalaka Kab.Sumedang Jabar. Keunikan dari Mata air Cikandung ini terdiri dari 7 mata air yg keluar dari mulut celah-celah batu bawah bukit kecil yang ditumbuhi pepohonan yang menghijau yang menjulang tinggi yang merupakan keunikan dan keanehan bentuknya akarnya yang mirip dinding tinggi berbagai bentuk yang menakjubkan dan disebut dengan Pohon akar dinding.

Sedangkan untuk ketinggian bukit kecil kawasan hutan mata air diperkirakan berada di ketinggian sekitar 587 meter di atas permukaan laut.
Kepala desa Nyalindung Budi Yanto menerangkan bahwa ” kawasan hutan mata air cikandung ini merupakan kawasan resapan air yang fungsinya untuk mengaliri lahan pertanian yang terdiri dari Desa Nyalindung sendiri,Desa Tanjungkerta,
dan Desa Trunamanggala.” Jelasnya.
Debit air mata cikandung yang dihasilkan mencapai 1.200 liter per detik,saat ini kawasan air mata cikandung sudah merupakan kawasan wisata yang sudah mulai ramai dikunjungi para wisatawan lokal. Untuk sekedar mandi dan menikmati panorama alam dengan menikmati kesejukan dibawah pohon yang rimbun dan tinggi,” tambahnya.

Kepala Desa Nyalindung Budi yanto dalam programnya sudah mulai melakukan pembenahan untuk fasilitas wisata selain jalan dan tempat parkir,mushola serta penataan untuk para pedagang,disekitar kawasan tersebut.
” Dan kami sangat mengharapkan agar warga sekitar dan para pengunjung untuk saling menjaga dan ikut memelihara bahkan ikut melestarikan tumbuhan termasuk pohon-pohonnya diarea hutan mata air cikandung dan sekitarnya,” Ujar Kades Nyalindung Budi Yanto.
@cintanyalindung
@lestarikanalam
(Team Liputan/ Dewan Pembina Penajournalis.com)















