IWO (Ikatan Wartawan Online)Karya JurnalistikNewsRagamRedaksiSastra

Puisi Jodhi Yudono : Di Murodo

548
×

Puisi Jodhi Yudono : Di Murodo

Sebarkan artikel ini
Jodhi Yudono, Ketum IWO (Ikatan Wartawan Online)

Penajournalis.com, – Puisi Jodhi Yudono

Di Murodo

Rinduku biru
Tergantung di matamu
O..kekasihku

Rinduku ungu
Membatu tanpa ragu
Menjumpaimu

Kekasih itu
Tahu pergi menuju
Ke cahayaMu

Di Murodo aku menemukan puisi, pada salju yang turun di hari pertama tahun ini. Maka kubiarkan wajah tropisku dilumat oleh angin beku yang memecahkan garis-garis di bibir.

Aku memang sedang merasai ketabahan orang jepang, teguh menghadapi musim yang berganti, dan pintar bersiasat atas cuaca.

Di Murodo aku menikmati kopi hitam dan cerita panjang tentang negeri yang timbul tenggelam oleh badai tapi tetap gagah.

Di Murodo aku juga membaca kisah tentang matahari, bulan, gunung, laut, ladang, sandang, makanan, teknologi, juga tradisi yang mengalir jadi bait-bait puisi dengan rima dan diksi yang terjaga. Lantas dihembuskan ke delapan penjuru mata angin, agar dunia berpaling ke timur, tempat matahari merekah dengan indah, tempat mukim sebuah bangsa yang tak mudah menyerah.

Jodhi Yudono Ketum IWO (Ikatan Wartawan Online)

Di Murodo aku memang menggigil, tapi seperti Sam Gomisawa, aku tetap tersenyum bahkan ketika hujan salju mengamuk di tepian kolam Mikuri

Kubiarkan diriku menjelma burung gagak yang melintasi angkasa Toyama dan sesekali hinggap di atap rumah-rumah penduduk. Kemudian tubuhku berubah menjadi bebek yang merenangi bendungan Kurobe. Kunikmati hidupku seperti Yoko Takebe menikmati sake, onsen, sushi dan sashimi….
segar dan penuh kejutan

Murodo, 1 November 2016

Untuk kawan perjalanan: Yoko Okoy Takebe, Sam Gomisawa, Zulfiq Ardi Nugroho, Za Aradea , Liu Xinying Vanessa,

(Redaksi Penajournalis.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *