BeritaHallo TNILintas DaerahLintas ProvinsiNews

Satgas Citarum Harum Sektor 2 Subsektor 6 Menerapkan Metode Pembuatan Lubang Biopori Guna Atasi Genangan Air

269
×

Satgas Citarum Harum Sektor 2 Subsektor 6 Menerapkan Metode Pembuatan Lubang Biopori Guna Atasi Genangan Air

Sebarkan artikel ini

 

Penajournalis.com, Pacet, Kab Bandung, – Dalam upaya untuk mengatasi genangan air di lingkungan sekitar Satgas Citarum Harum Sektor-2 Sub-6 menerapkan metode inovatif melalui pembuatan lubang biopori di Kp. Pasir Luhur Rt. 01 Rw. 10,
Desa Pangauban, Kec. Pacet, Senin (12/02/2024).

Dansub-6 Pelda Yayat Suharyat menjelaskan meskipun terlihat sederhana namun lubang biopori memiliki fungsi serta manfaat luar biasa untuk menyerap air sebanyak-banyaknya sehingga dapat mencegah terjadinya genangan air dilingkungan sekitar dan juga dapat mencegah terjadinya banjir.

Atas perintah dan arahan Komandan sektor-2 Citarum Harum,
“Metode ini terbukti efektif dalam menyerap air hujan yang dapat mengakumulasi dan menyebabkan genangan air yang mengganggu lingkungan sekitar.
Lubang biopori merupakan sebuah terobosan yang digunakan untuk meningkatkan peresapan air ke dalam tanah”. Jelasnya.

Dalam kesempatan ini Pelda Yayat Suharyat mengatakan bahwa
dengan membuat lubang biopori secara teratur air hujan dapat langsung meresap ke dalam tanah dan tidak tergenang di permukaan.
Hal ini dapat membantu mengurangi risiko banjir serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warga sekitar”. Tuturnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan Dansub-6 Pelda Yayat Suharyat melibatkan seluruh lapisan masyarakat setempat sebagai bentuk partisipasi aktif.
Metode lubang biopori yang diterapkan merupakan salah satu contoh nyata dari upaya pemerintah dalam menghadapi permasalahan lingkungan.

Dalam kesempatanan ini juga Dansub-6 Pelda Yayat Suharyat
Menjelaskan bahwasanya, pembuatan lubang biopori bermanfaat juga untuk mengurangi sampah organik yang biasanya berakhir di pembuangan sampah.
dengan adanya metode pembuatan lubang biopori tersebut secara tidak langsung mengajarkan kepada masyarakat untuk dapat memilih dan memilah sampahnya, yang mana lubang biopori tersebut dapat diisi dengan sampah organik sebagai makanan bagi makhluk hidup dalam tanah, seperti cacing dan akar tumbuhan, Ucap Pelda Yayat Suharyat.

 

(Purwadhi JSI)

Sektor-2 Citarum Harum Kerja Ikhlas, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas Tetap Semangat

Editor : Asep NS 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *