Penajournalis.com JAKARTA Kamis, 24 September 2026 — Skandal kebangkrutan perusahaan investasi “Infravest” yang beroperasi di Kamp Tindouf sejak 2022 membongkar dugaan penggelapan dana bantuan kemanusiaan yang merugikan warga pengungsi Sahrawi hingga ratusan miliar rupiah. Kasus ini memicu kecaman keras, termasuk dari Wilson Lalengke, Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (PERSISMA), yang mendesak pembubaran kamp tersebut secara permanen.
Skema Ponzi, Kerugian Capai Rp100 Miliar
Perusahaan yang dipimpin Sallamou Abba Ali diduga membangun kepercayaan lewat kegiatan budaya dan proyek konstruksi, lalu menjalankan skema penipuan berbasis Ponzi yang menyedot tabungan warga. Kerugian ditaksir 886 juta dinar Aljazair atau sekitar USD 6,6 juta (Rp100 miliar). Warga kamp Rabouni dan Chahid El Hafed kini menuntut pengembalian dana mereka.
Kejanggalan terbesar: perusahaan ini beroperasi bebas di kawasan tertutup yang dijaga ketat milik milisi separatis Polisario — memperkuat dugaan keterlibatan pejabat tinggi dalam memperkaya diri di atas penderitaan rakyatnya sendiri.
Wilson Lalengke: Akhiri Kamp Tindouf, Pulangkan ke Tanah Air
Merespons fakta tersebut, Wilson Lalengke menyampaikan keprihatinan mendalam:
“Saya sangat sedih. Bantuan yang seharusnya menyambung hidup justru dirampok dan dijadikan alat pengayaan oleh pimpinan milisi. Kamp Tindouf yang terisolasi hanya memelihara kejahatan dan penindasan.”
Ia menegaskan satu-satunya solusi: bubarkan Kamp Tindouf dan pulangkan pengungsi ke wilayah Sahara Maroko yang kini berkembang pesat secara ekonomi, infrastruktur, maupun perlindungan HAM.
Dunia Diminta Bertindak Tegas
Komunitas internasional, Uni Eropa, dan negara donor didesak melakukan audit independen serta transparansi penuh atas penyaluran bantuan. Pimpinan Polisario harus diseret ke pengadilan internasional. Perlindungan warga wajib ditempatkan langsung di bawah pengawasan PBB.
(PERSISMA / PPWI)
Editor: Asep NS
#KampTindouf #SkandalDanaKemanusiaan #SaharaMaroko #PERSISMA #WilsonLalengke #TransparansiBantuan #HakAsasiManusia














