Penajournalis.com JAKARTA Jumat, 11 September 2026 — Potensi migas dari lapangan yang telah beroperasi puluhan tahun ternyata belum habis. PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) berhasil mengoptimalkan kembali Sumur Sepinggan V-7 hingga menghasilkan 710 barel minyak per hari (BOPD), sekaligus produksi gas mencapai 0,8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) — melampaui target awal 0,5 MMSCFD.
Teknis Tidak Mudah: Menembus Kedalaman 13.000 Kaki
Keberhasilan ini bukan perkara mudah. PHKT melakukan serangkaian pekerjaan kompleks, mulai dari kegiatan fishing untuk mengatasi hambatan di dalam sumur, dilanjutkan dengan workover serta perforasi pindah lapisan pada zona potensial di kedalaman sekitar 13.000 kaki. Pengujian produksi pada 1 September 2026 memberikan hasil di atas perkiraan awal.
General Manager Zona 10 PHKT, Darmapala, menjelaskan bahwa optimalisasi sumur eksisting menjadi strategi utama PHKT:
“Dengan strategi yang tepat, potensi produksi dari sumur V-7 berhasil dibangkitkan kembali. Ini menjadi bagian dari kontribusi kami terhadap keberlanjutan produksi migas dan ketersediaan energi Indonesia. Setiap peluang dikaji dengan mengutamakan keselamatan, efektivitas, efisiensi, dan keandalan operasi.”
SKK Migas Apresiasi: Aset Lama Pun Masih Punya Harapan
Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Haryanto Syafri, memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut:
“Kami mengapresiasi upaya PHKT dalam mengoptimalkan kembali Sumur Sepinggan V-7 hingga mampu menghasilkan produksi lebih tinggi dari target. Pendekatan ini penting terus dikembangkan, terutama di Kalimantan yang memiliki banyak aset migas matang.”
SKK Migas akan terus mendorong seluruh KKKS untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi yang masih tersimpan di aset eksisting. Harapannya, keberhasilan V-7 menjadi pemicu inovasi serupa di sumur-sumur lainnya.
Pesan Penting: Cadangan Tak Selalu di Sumur Baru
Capaian ini membuktikan bahwa cadangan energi tidak selalu berada di wilayah baru. Dengan teknologi tepat, strategi matang, dan disiplin operasi, aset lama pun masih bisa menjadi sumber energi baru bagi bangsa. PHKT — bagian dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) — terus memperkuat investasi dan penerapan teknologi untuk meningkatkan produksi, menambah cadangan, memperbaiki recovery rate, serta menjaga keandalan operasi dengan tetap berpegang pada prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).
(Red/Erik)
Editor: Asep NS
#EnergiKalimantanUntukIndonesia #PHKT #PertaminaHulu #Migas #SepingganV7 #SKKMigas #EnergiNasional #OptimalisasiAset #KalimantanTimur















