Penajournalis.com Bandung – Suasana haru dan khidmat menyelimuti prosesi pemakaman jenazah almarhum Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, S.T.Han, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, pada Minggu (05/04/2026). Prajurit TNI yang dikenal berprestasi ini dipulangkan dengan penghormatan tertinggi negara, dihadiri oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., serta sejumlah pimpinan tertinggi di lingkungan pertahanan.
Upacara militer berjalan dengan tertib dan penuh keharuan, dengan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., bertindak selaku Inspektur Upacara. Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan berbagai pejabat tinggi TNI lainnya untuk memberikan penghormatan terakhir.
Dalam sambutannya, Panglima TNI menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya salah satu prajurit terbaik bangsa.
“Atas nama Tentara Nasional Indonesia, saya mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya atas gugurnya prajurit terbaik yang dimiliki TNI,” ucap Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Panglima TNI pun mengenang sosok almarhum bukan hanya sebagai prajurit biasa, melainkan sosok yang memiliki dedikasi tinggi dan segudang prestasi. Ternyata, terdapat ikatan emosional antara Jenderal Agus dengan almarhum, karena keduanya pernah mengabdi di satuan yang sama.
“Mayor Zulmi adalah salah satu prajurit terbaik. Dulu almamater saya juga, saya pernah menjabat sebagai Danyon di sana (Grup 2 Kopassus). Beliau selalu mendapatkan reward dari satuan dalam setiap pelaksanaan tugasnya,” tutur Panglima TNI.
Sepanjang kariernya, almarhum dikenal sebagai prajurit yang disiplin, tangguh, dan berprestasi. Salah satu pengabdiannya yang membanggakan adalah saat ia mengharumkan nama bangsa di kancah internasional melalui misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.
Sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas jasa dan pengorbanannya, negara memastikan seluruh hak almarhum dan keluarga akan dipenuhi sepenuhnya. Berbagai bentuk santunan dari internal TNI, lembaga perbankan, hingga organisasi internasional telah disiapkan.
Kepergian Mayor Zulmi menjadi pengingat abadi akan besarnya pengorbanan para prajurit dalam menjaga kedaulatan negara serta perdamaian dunia. Upacara ditutup dengan penghormatan terakhir, mengiringi perjalanan terakhir sang patriot menuju tempat peristirahatan terakhir.
(Pendam III/Siliwangi)
Al Jupri Munawa
Editor: Asep NS















