Binjai, Penajournalis.com – Kasus Diskotek Blue star yang belum lama ini digerebek pihak kepolisian Polres Binjai justru saat ini gedung dengan dominan warna biru tersebut semakin diperbesar. Terlihat saat di Hari Raya Idul Fitri pengunjung memadati diskotik tersebut tanpa ada penjagaan yang ketat.
Padahal, diduga tempat hiburan malam yang berada di desa Emplasemen Kwala kecamatan Sei Bingai kabupaten Langkat tersebut belum memiliki izin operasional. Dengan kata lain, hampir empat tahun Diskotek Blue Star bebas beroperasi tanpa izin.
Selain diduga belum memiliki izin, diskotik yang dikelola SP ini juga menjual Narkoba jenis inex dengan harga Rp. 300 ribu per butir.
Meskipun sudah berulang kali digrebek pihak kepolisian, anehnya sang boss (pemilik) hingga saat ini tak tersentuh pihak aparat kepolisian, diduga kuat pihak aparat terima bulanan dari boss diskotik tersebut.
Oleh karena itu, warga pun meminta keseriusan dari Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dan Kapolres Binjai AKBP Rio Alexander Panelewen untuk segera menggerebek kembali lokasi Dunia Gemerlap (Dugem) dan menangkap sang boss pemilik Diskotik Blue Star tersebut.
Anes, salah seorang pengunjung mengaku diskotik di Blue Star buka setiap hari dan menyediakan obat obatan (inex) untuk dijual.
“Di lokasi tersedia jual inex bang, dengan harga Rp. 300 ribu perbutir, ada bermacam merek yang akan dijual,” kata Anes pada Minggu, (14/04/2024).
Lanjut Anes, sejak kemarin digrebek polisi, Diskotik Blue Star dibangun gedung lebih besar.
“Sekarang gedungnya lebih besar dari sebelumnya, apalagi ini masih suasana lebaran, pasti ramai lah bang dan mana berani polisi nangkap big boss pemilik diskotik Blue Star, dia kan orang hebat,” ujarnya dengan dipengaruhi bius obat-obatan.
Sementara itu, Kapolres Binjai AKBP Rio Alexander Panelewen bungkam ketika dikonfirmasi soal boss (pemilik) diskotik Blue Star tidak ditangkap saat penggrebekan kemarin.
Disisi lain, tak jauh dari lokasi diskotik Blue Star terdapat barak Narkoba yang cukup terbilang bebas tanpa pernah digrebek oleh pihak kepolisian Polres Binjai. Warga sekitar sudah merasa resah dengan keberadaan barak-barak Narkoba tersebut, ironisnya setiap hari keluar masuk kendaraan dan sering terjadi keributan.
Selama beroperasi, barak Narkoba yang dikelola ketua OKP ini tidak pernah tersentuh oleh pihak aparat, kuat dugaan Sat Narkoba Polres Binjai dengan boss pemilik barak telah melakukan loby loby agar bisnis haram tersebut berjalan dengan lancar.
Penulis : RezaNasti
Editor : Muhiran
Update info terbaru dan ikuti Facebook Penajournalis.com klik tautan https://www.facebook.com/redaksipenajurnalis?mibextid=ZbWKwL. Anda harus sudah menginstal Facebook terlebih dahulu.
Informasi lain klik tautan
https://sck.io/p/E1ZjL1rV . Anda juga harus sudah menginstal aplikasi Snack Video sebelumnya.
Berita lainnya klik tautan https://whatsapp.com/channel/0029VaFwtXnDJ6GuV2iNoT3c , Anda harus sudah menginstal aplikasi WhatsApp.















