Penajournalis.com Aceh Tamiang – Kalkulasi dalam situasi normal Muhammad Saman yang kesehariannya warga Rantau Bintang Kecamatan Bandar Pusaka memanggilnya dengan Mek Saman akan menang, dan unggul dalam banyak sisi dari 7 caleg lainnya, rekam jejak Muhammad Saman dipenuhi oleh berbagai prestasi di DPRK Aceh Tamiang unggul di integritasnya.
Di antara 8 caleg Mek Saman menempati urutan no. 8 juga dan merupakan kandidat paling bersih, gak ada rekam jejak korupsi, kriminalisasi yang mencoba terus dipaksakan, akhirnya gagal dan kandas pada prosesnya.
Mek Saman paling bersahaja, hidupnya sederhana, walaupun saat ini menjadi Aleg DPRK Aceh Tamiang priode 2019 – 2024 dari fraksi PKS, sebelum jadi Aleg pernah jadi seorang Da’i Kecamatan dan guru ngaji di kampung nya Rantau Bintang hingga akhirnya di gantikan oleh Elfita yang tak lain adalah pasangan hidup syah nya dan telah di karuniai 2 orang putra, hingga saat ini rumahnya tetap sama dan sangat sederhana dan tidak ada yang berubah hingga saat ini.
Kalau seseorang setelah menjabat kemudian berubah “gaya hidupnya” lalu kepada siapa rakyat meneladaninya kata Mek Saman setelah menjabat, rumah berubah, mobil berubah, pola hidup berubah, semua bertambah mewah dan wah lalu rakyat mau mencontoh siapa?
Dari sisi emosional, Mek Saman paling matang di antara 7 kandidat yang lain, gak pernah memarahi staf di depan publik, bahkan suatu ketika staf nya itu dimarahi saat meninjau ke lapangan Mek Saman pasang badan, “Bapak jangan marah ke dia, kasihan Bapak marah ke saya aja” katanya ini terjadi saat staf nya meninjau ke lapangan sesuai tugas pokok Aleg sebagai pengawasan.
Pada kesempatan kali ini kepada penajournalis.com Mek Saman meminta maaf khusus kepada warga Kecamatan Kejuruan Muda, Kecamatan Tenggulun dan Kecamatan Tamiang Hulu karena belum maksimalnya mengadvokasi keinginan warga dari ke 3 Kecamatan tersebut, sekaligus berpamitan karena pada Pileg di tahun 2024 nanti akan pindah ke Dapil-1 yang meliputi Kecamatan Karang Baru, Kecamatan Sekerak dan Kecamatan Bandar Pusaka sesuai domisili awal nya tinggal hingga saat ini.
Dengan semua keunggulan ini Mek Saman susah dibendung, alaupun dibendung dengan berbagai hasil survei yang kita ketahui serta kualitas survei-survei itu bergantung siapa yang ngebayarin, hasilnya jauh berbeda dari survei internal tim Muhammad Saman gak perlu dipublish, data survei itu buat merumuskan strategi dan gak perlu diumbar untuk bohongin publik ada saatnya nanti semua akan terbuka.
Setelah banyak fakta yang kita lihat dari rekam jejak dan kesiapan Mek Saman menuju gedung DPRK Aceh Tamiang warga punya harapan di tangannya, ada ekspektasi perubahan dan optimisme ini tidak terbaca jika dipimpin oleh kandidat caleg lainnya.
(STO)/Adi Tonang
Editor : Asep NS















