Penajournalis.com, – Karya Sastra Satire (18/08/2020)
KITA Putus, Beb !
Koalisi Indonesia Tuna Asmara (KITA). Koalisi Ini bukan soal Jomblo semata. Ini soal Indonesia. Kini kita kehilangan kemesaraan antar sesama warga negara.
Apa sebeb? Janji!! Iya, sungguh. Ini semua karena janjimu pada rakyat Indonesia.
Meminjam istilah Nona Nona yang kerap patah hati dan kecewa : “kamu-tu cuma bisa PHP in aku doank, Beb!! Benci Akutu !
Baru usai kita merayakan perayaan 75 tahun Indonesia merdeka. Okey Merdeka, tapi sakit, tauk !!
“Sakit-nya tuh di sini, beb! Sampe ke ulu hati. Pokonya kamu-tu bisanya cuma menyakiti dengan janji janjimu yang palsu itu.”
That is true, beb. Tuh, angka kemiskinan kian meningkat bahkan sebelum pandemi Covid-19. Tentu itu bertolak belakang dari janji kampanye, bahwa ekonomi Indonesia bakal meroket sampai tujuh persen.
Kalau menukik, iya.
Lalu, apakah kita ga boleh kecewa?
Bayangin, kamutu juga tega banged naikin Iuran Kesehatan justru disaat Pandemi me-lumpuhkan sendi-sendi ekonomi.
Bukankah, Merdeka itu artinya Aku-tu bisa minta apa adja sama kamu-nya, Beb? Atau, setidak-nya kamu-nya bisa bayarin aku, bukan malah tambah membebani, gini! Bagaimana aku-nya bisa terus menjalin kasih asmara jika kamu-nya terus begitu?
Waktu kamu-tu PDKT sama Aku, Kamu-nya janji mau nyiapin lapangan kerja. Ehh, boro boro lapangan kerja, yang ada juga cuma kartu Prakerja yang isinya paket diajarin mancing sama jualan onlen.
Itu mah, di YouTube juga banyak, Mbebb !!
Pas Aku tu lagi Pailit banged sebagai kekasih-mu wajar khan akunya minta kamu suport, ehh Menteng mentang Akutu pakai Jilbab Panjang kamu-nya malah ng’eles pakai aksi lempar isu Khilafah biar Akutu takut minta ke kamu, masa gitu ng’ejawabnya sich beb? Kamutu ga peka banged, sich !
Kamutu juga ga punya niat tuk mempertahankan hubungan dengan serius. Kamutu rayu rayu akunya waktu Pemilu, giliran dah jadi suamiku kamunya selingkuh sama TKA China, kamu biarin masuk rumah seenaknya, kamutu nga me-nghargai perasaanku banged.
Kamutu se-akan nga punya rasa lagi, masa sich demi mendatangkan hutang yang penggunaan-nya juga nga bisa memperbaiki ekonomi kita, kamu gadaikan Tanah dan Warisan Leluhurku pada investor.
Seolah masih belum puas, kamu sakiti lagi dengan undang undang yang bikin tenaga kerja hanya dapat status Tenaga Kerja Kontrak, dan kebijakan tersentralisasi hanya di pusat, buat apa Otonomi daerah kalo gitu? Kamu tu ga Ganteng tapi rakusnya minta ampun dech, beb!!
(Redaksi Penajournalis.com)
















