BudayaKarya JurnalistikLintas DaerahLintas ProvinsiNewsRagam

Pagelaran Wayang Dalam Rangka Hari Wayang Nasional 2020 Di Pendopo Kabupaten Jepara

467
×

Pagelaran Wayang Dalam Rangka Hari Wayang Nasional 2020 Di Pendopo Kabupaten Jepara

Sebarkan artikel ini

Penajournalis.com, – Pentas Seni Wayang Kulit dalam rangka Hari Wayang Nasional tahun 2020, Jepara, 7 November 2020, yang di dukung oleh Pemda Kabupaten Jepara dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara, berlangsung selama 3 hari, mulai dari tanggal 7-9 November 2020, dengan acara lomba dalang bocah, lomba tembang macapat, sarasehan, campur sari, klenengan dan pertunjukan tari-tarian.

Di hari berikutnya Tanggal 8 November 2020, Dalang-dalang yang terlibat dalam pementasan antara lain Ki. Sugiyarto,S.Pd., dalam judul / lakon Sinta Colong, Ki. Heru Susilo, S.Sn. dan Ki. Kusmanto dalam judul / lakon Anoman Duta dan Wayang Kulit Ki. Lintang Kunta dan Ki. Teguh Adif Wicaksana judul / lakon Rama Tambak.

Sementara pagelaran berikutnya tema Wayang Kolaborasi (wayang kulit, wayang sandosa dan wayang wong), Ki. Syarif Gondo Carito, S.Pd., Ki. Danar Iswara, Ki. Ranu Bima Surono, Ki. Agung Suryo Laksono, Ki. Pentol Zakariya dan Ki. Faishol Guno Carito, memainkan judul / lakon Prahasta Kumbakarna Gugur.

Sedangkan rencana hari terakhir, tanggal 9/11/2020, menampilkan Wayang Kulit dengan dalang Ki. Dyan Widyono, S.Pd., dengan judul / lakon Brubuh Ngalengka.

Tujuan pagelaran dalam rangka memperingati HWN atau Hari Wayang Nasional 2020, yang telah disahkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia, hal tersebut disampaikan oleh Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jepara, Hendroyono, S.Sn., yang juga dikenal dengan panggilan Ki. Hendro Suryo Kartiko, saat diminta tanggapannya terkait dengan, pagelaran di pendopo Kabupaten Jepara.

“Harapan utama PEPADI dalam peringatan HWN 2020 ini, kepada semua lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk dapat lebih menghargai dan “melu handarbeni” terhadap seni budaya tradisi, sehingga geliat seni pedalangan dapat dirasakan dan diminati generasi tua dan muda, harapan kedua dimasa pandemi ini, PEPADI dalam pementasan dalang dapat diberikan kelonggaran jam tayang pentas, agar alur cerita wayang dapat dinikmati dengan baik,” imbuhnya.

Kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi dari banyak kalangan tidak terkecuali dari Humas Watch Relationon of Corruption WRC Pengawas Aset Negara Republik Indonesia Bpo. SUPRIYANTO.SH dan Ketua Yayasan Perlindungan Konsumen Bumi Kartini MUH YUSUF.SE.,SH.,MH.,C.PR.,C.PS.,C.MJ.,C.PW menyampaikan acara ini luar biasa patut kita apresiasi setinggi tingginya karena turut meng uri uri budaya asli Indonesia yang telah mendunia dan telah mendapatkan pengakuan UNESSCO

Ketua PEPADI menambahkan “Pengaruh Covid-19 pada masa pandemi, khususnya di dunia pedalangan sangat besar, ibaratnya bernafas dalam ruang hampa, sirkulasi ekonomi dan kreativitas para pelaku seni pedalangan, yang terdiri dari dalang, waranggono, pengrawit dan semua pendukung pertunjukan menjadi tersendat. Walaupun ada kelonggaran pentas, itu pun belum dapat memberikan solusi maksimal, juga bagi masyarakat pendukung seni pedalangan, dengan waktu pertunjukan singkat, mereka menjadi malas nanggap karena tidak merasa puas dengan sajian yang digelar alias ” mogol”, jadi harapan kami, solusi jitu dari pemerintah, untuk seni pedalangan ada kebijakan yang sesuai dengan cerita pewayangan atau cerita yang disajikan oleh dalang, satu paket dalam tontonan, tuntunan, untuk tatanan bagi penonton,” pungkasnya.

Bantuan dari Pemda Kabupaten Jepara adalah dukungan secara moril dan materiil, dukungan dalam bentuk motivasi, fasilitasi ruang pertunjukan dan dana untuk program PEPADI, baik dalam rangka Hari Wayang Nasional 2020, maupun pertunjukan wayang secara rutin di masyarakat. (YSF/Vio Sari SE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *