Karya JurnalistikNewsRagam

PASAR SEMU JANDA BOLONG

381
×

PASAR SEMU JANDA BOLONG

Sebarkan artikel ini

Penajournalis.com-Pasar Semu. Pasar yg diciptakan untuk komoditi tertentu yang tujuannya memberi hope (yang juga semu).

Tempo hari. “Diantara ciri-ciri; harga jual fantastis, namun jarang ada bukti transaksi”

“Hal semacam itu biasanya bermunculan disaat ekonomi sedang terpuruk”

Pernah hit; tanaman gelombang cinta. Dan, Kini muncul jenis lain lagi, tanaman “JANDA BOLONG“

“Dalam hal penciptaan Pasar Semu ini, peran media masa sangat penting”

Komoditas yang baru pasti akan ramai dibicarakan dan dapat menjadi fokus penting bagi media tersebut dalam setiap kali penerbitannya.

“Patut diduga terjadi kerjasama antara media dan komunitas pengatur Pasar Semu tersebut”

Media dengan mudah dapat membombastiskan suatu berita sehingga komoditas yang dibicarakan tersebut seakan-akan memiliki permintaan yang tinggi.

“Apalagi saat ini, siapa saja bisa menjadi pewarta melalui akun-akun di platform sosial media”

“Sebagai contoh ikan hias Lou Han yang sempat membuat heboh dunia ikan hias”

“Harga ikan tersebut pernah mencapai puluhan hingga ratusan juta. Apalagi, jika pada tubuh ikan terdapat rajah yang menyerupai tulisan Cina”

Berbagai kelebihan diciptakan oleh beberapa pelaku bisnis ikan hias temasuk membanggakan ikan hias miliknya di media atau lomba-lomba yang diadakannya sendiri.

Harga ikan louhan yang tinggi tentunya membuat pembudidaya ikan tergiur untuk mencoba membudidayakan ikan ini, dengan harapan dapat memperoleh keuntungan besar.

Namun ternyata permintaan ikan Louhan cenderung tetap sehingga produksi yang meningkat tersebut berakibat kepada turunnya harga.

“Dalam bisnis tanaman hias juga terdapat kejadian penciptaan “Pasar Semu“

Tanaman hias seperti aglaonema, anthurium, dan adenium sempat juga menempati harga yang fantastis sehingga banyak orang tertarik untuk membudidayakan tanaman-tanaman tersebut.

Bahkan masyarakat awam dengan giringan opini di media dalam waktu singkat seakan-akan telah lama menjadi penghobi tanaman tersebut.

Dengan memberi embel-embel sebagai penghobi, maka masuklah itu barang menjadi mempunyai nilai jual tinggi.

Padahal mungkin sebelumnya tanaman hias yang dimaksud tidak memiliki nilai eknomis apa-apa.

Mungkin saja tanaman yang tadinya cuma hidup dipinggir kali menjadi berharga puluhan juta rupiah karena trend yang ada.

“Namun Pasar Semu tidak saja dalam komoditas yang sifatnya trend”

Pasar Semu juga dapat diciptakan oleh para tengkulak-tengkulak atau para pengumpul produk-produk agribisnis.

Motifnya dengan menggembar-gemborkan tingginya permintaan dari suatu komoditas sehingga banyak investor yang akhirnya memproduksi komoditas tersebut.

“Pasar Semu tersebut baru terbaca ketika produsen hendak memasarkan hasil produksinya”

“Karena jalur pemasaran yang sulit terbaca oleh produsen akhirnya produsen menyerahkan pemasarannya kepada tengkulak”

“Dengan alasan pasar yang jenuh ( padahal tidak juga ), akhirnya tengkulak dengan mudah menurunkan harga”

Untuk menghindari Pasar Semu ini mungkin perlu dilakukan terlebih dahulu kajian terutama kajian pasar agar tidak terjebak kepada Pasar Semuyang menjanjikan mimpi-mimpi bombastis.

Selain itu juga perlu dukungan dari pemerintah yang membeberkan data-data sebenarnya mengenai potensi dari suatu komoditas agribisnis agar dapat membantu petani ataupun investor untuk mengatur produksinya.

Beda lagi hal itu ( Pasar Semu ) jika sengaja dibiarkan menggelinding sebagai isu agar masyarakat seolah memiliki harapan disaat ekonomi nasional sedang terpuruk.

Oleh : Okky Ardiansyah Penggiat Berkarya Network

( Mariska Lubis )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *