OpiniRedaksiSosial

Pedagang Kecil Bermental Kaya, Bersosial Tinggi

225
×

Pedagang Kecil Bermental Kaya, Bersosial Tinggi

Sebarkan artikel ini

Terpaksa harus keluar rumah siang tadi, karena tidak bisa order go bike, jadi saya naik angkot. Tapi aku dapat pelajaran berharga banget hari ini.
Kang jualan sama kang angkot yang ada di foto itu ngobrol sepanjang jalan, gak jauh-jauh lah yang diobrolin soal covid 19 dan PSBB ini. Ga tau kenapa saya pengen foto aja suasana diangkot tadi.

Tapi yang menarik mereka berdua tidak mengeluh. Mereka saling menyemangati, kata sang pedagang berkata seperti ini kurang lebih, “wios we kang urang mah ikhtiar we sakedik oge nu penting anak pamajikan bisa makan” (tidak apa kang kita ikhtiar saja, sedikit juga yang penting anak istri bisa makan)
Sang sopir angkot pun angkat “muhun kang, nu beunghar mah moal jiga urang lieur neangan duit, tapi lieur miceunan duit” (iya kang, orang kaya sih tidak akan seperti kita pusing cari duit, tapi pusing buang-buang duit).

Sampai disuatu tempat si kang jualan ini turun dari angkot, perkiraan saya ongkosnya 3000 rupiah Saya lihat sang pedagang itu pegang uang 5000 rupiah dan MasyaAllah pas bayar, dia bilang ke sopir angkotnya, “wios we kang teu kedah diangsulan, bagi-bagi rejeki sakedik ewang” (tidak apa-apa tidak usah kembalian, bagi-bagi rejeki sedikit)
sang sopir angkot nunuhunan (berterima kasih) sampai-sampai murudul (berhamburan) banyak doa buat kang jualan itu.

Kalau orang sunda bilang mah, teu pira! Hanya 2000 rupiah tukang jualan itu dengan ikhlas berbagi, padahal mungkin dia juga tidak terlalu berlebih keuangannya.

Saya malu dan yang tadinya pegang uang pas, langsung tukar dengan nominal yang lebih besar buat bayar angkot. Disini lagi-lagi saya belajar, berbagilah semampumu, meskipun sekedar tidak ambil uang kembalian angkot, buat mereka itu sangat berharga.

Jadi kaya itu bukan perkara uang banyak atau sedikit, tapi “MENTAL”nya sudah seperti orang “KAYA”, niat memberi meski hanya sedikit yang kita mampu.

I learn to give, Not because I have many
But because I know exactly how it feels to have nothing.

Barakallah ❤. (Laela Hayati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *