AgamaHallo PolisiHallo TNILintas DaerahNewsRagamRedaksi

Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I : Intropeksi di Penghujung Tahun

509
×

Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I : Intropeksi di Penghujung Tahun

Sebarkan artikel ini
Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I

Penajournalis.com – Mimbar Dakwah Bersama Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I, Dai Kamtibmas Rohbintal Polsek Koramil Leuwigoong Polres Kodim Garut, Ketua MUI desa Margacinta, Pimpinan Majelis Taklim Sunan Mataram Kp. Cikukuk, Dewan Penasehat Rohani Penajournalis (28 Desember 2021).

✨🔰INTROPEKSI DI PENGHUJUNG TAHUN✨

✨⏺️ لا تُغرِق العام الجديد بالتمنيات ، تبقى الأعوام كما هيَّ إن لَم تتَغير أنت

✨⏺️”Jangan tenggelamkan diri di tahun yang baru ini dengan keinginan-keinginan, karena tahun-tahun akan tetap sama saja jika kamu sendiri tak berubah.”

Hari berganti hari, pekanpun silih berganti, hingga pergantian bulan demi bulan telah mengantarkan kita ke penghujung tahun ini tanpa terasa.

Sadarkah kita bahwa semakin dekatnya satu waktu ke waktu, tahun ke tahun berikutnya merupakan salah satu dari tanda-tanda dekatnya kiamat yang disabdakan Rasul Shallallahu alayhi wa sallam dalam hadits berikut:

✨◻️لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْكَذِبُ وَيَتَقَارَبَ الْأَسْوَاقُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ.

✨◻️“Kiamat tidak akan terjadi sampai fitnah semakin tampak, kedustaan (Hoaks) semakin merebak, pasar-pasar semakin berdekatan dan zaman (waktu) semakin berdekatan (terasa cepat ).”
📚 [HR Ahmad].

✨◻️Tidak hanya berdekatannya waktu, tanda berikutnya sudah tampak nyata, yaitu fitnah dan Hoaks semakin tampak. Fitnah dan kedustaan semakin merebak di dunia maya dengan merebaknya media sosial yang didukung dengan cepatnya pertumbuhan teknologi dan produksi smartphone sehingga sebagian orang tidak tau mana yang jujur mana yang bohong. Boleh jadi yang bohong lebih banyak tersebar beritanya sehingga orangpun menganggapnya sebagai sebuah kebenaran.

Begitu pula tanda selanjutnya yaitu pasar semakin berdekatan. Kini kita sudah tiba di zaman, dimana pasar sangat berdekatan dengan semakin merebaknya pasar-pasar retail modern hingga beberapa meter saja sudah ditemukan minimarket berjejer dengan rivalnya. Bahkan saking dari dekatnya, kini orang kalau mau belanja tidak perlu keluar rumah cukup nyalakan HP pintar dan melakukan belanja online dari layar HPnya.

Lalu kalau kita tahu pergantian tahun semakin mendekatkan kita kepada kiamat masih pantaskah kita bergembira dan ber-telolet ria?

Tiadalah pergantian tahun melainkan tanda kebesaran Allah yang seharusnya kita semakin takut untuk bermaksiat kepada-Nya.

Di lain sisi, Hidup yang kita jalani tiada lain adalah sebuah penantian:
✨Menanti lulus.
✨Menanti menikah.
✨Menanti kelahiran anak.
✨Menanti pekerjaan.
✨Menanti gajian.
✨Menanti naik pangkat.
✨Dan pada akhirnya menanti kematian.

Maka masihkah kita menunda-nunda amal perbuatan baik kita? Sampai kapan kita mau taubat, menyudahi segala maksiat?

Sampai kapan kita menunda bersedekah karena “eman” kepada harta yang pada hakikatnya adalah titipan?

✨Lantas bagaimana kalau tiba-tiba kiamat itu datang? Atau paling tidak ajal kita datang?

✨Akankah kita menjadi orang-orang munafik yang mengiba meminta agar diberi kesempatan dan berkata :

✨◻️رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ.

✨◻️”Wahai Tuhan-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?”
📚 [QS Al-Munafiqun : 10]

Dan ketika ajal telah datang maka setiap manusia akan terbebani dengan LPJ (laporan Pertanggung Jawaban) akan empat hal:

🔸Umur dihabiskan untuk apa…???
🔸Waktu muda: digunakan untuk apa…???
🔸Hartanya: darimana dia mendapatkan dan dibelanjakan untuk apa saja.

Marilah kita ingat kembali tujuan kita hidup di dunia yang fana ini. Allah SWT berfirman :

✨◻️وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

✨◻️“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”.
📚[ QS Adz-Dzariat : 56]

Orang yang lupa akan tujuan hidupnya di dunia dia akan berleha-leha, berfoya-foya dan menikmati kehidupan dunia serta melupakan ibadah yang menjadi tujuan utama hidupnya. Ia layaknya seseorang penyelam yang disuruh mencari mutiara oleh big bosnya. Bosnya menjanjikan hadiah yang besar jika sang penyelam mendapatkan jenis mutiara yang diinginkannya dan sebaliknya bos akan marah dan menghukumnya jika ia gagal mendapatkannya. Berbekal seperangkat alat selam dengan oksigen yang hanya cukup untuk bernafas 1 jam di dasar laut, iapun segera menceburkan diri ke dalam laut. Ketika ia sampai di dasar laut ia melihat pemandangan bawah laut yang menakjubkan dengan terumbu karang dan berbagai jenis ikan berjuta warna. Iapun terlena dan lupa akan misinya. Ia ikuti ikan yang sangat indah berkeliling di antara terumbu karang. Dia amati gerombolan ikan yang berseliweran diantara terumbu karang. Hingga ia kaget tatkala melihat indikator oksigen tersisa 10% yang hanya cukup untuk ia kembali ke permukaan. Dia pun panik karena teringat misinya yang gagal dan terbayang hukuman yang akan ia terima. Akhirnya dengan susah payah iapun kembali dan iapun menyesali kelalaiannya. akankah kita bernasib seperti sang penyelam tadi?

Walloohu A’lam.

🤲Semoga Allah SWT membuka hati dan fikiran kita untuk senantiasa ingat akan misi utama hidup di dunia dan tidak larut dengan hingar bingar gemerlapnya dunia.

اللهم سَلِّمْنا وَأهْلَنا مِنْ آفَاتِ الدنيا والآخرة وَفِتْنَتِهِما آمين يا رب العالمين.

(Ustadz Aceng Anwar S.Kom.I)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *