BeritaLintas DaerahLintas ProvinsiNewsPRESIDEN RI

Pidato Presiden Ir H Joko Widodo di IKN Sentil Keuangan APBD untuk Program Hibah yang Tidak Jelas dan Terindikasi untuk Kepentingan Politik

497
×

Pidato Presiden Ir H Joko Widodo di IKN Sentil Keuangan APBD untuk Program Hibah yang Tidak Jelas dan Terindikasi untuk Kepentingan Politik

Sebarkan artikel ini

Penajournalis.com kabupaten Garut –
Di lansir dari awak Media Kompas TV Yang Menyoroti Kunjungan presiden Republik Indonesia Ir H.jokowidodo dengan beberapa jajaran pejabat kementerian serta pejabat tinggi lainnya meninjau beberapa pembangunan untuk fasilitas pejabat penting ASN yang rencananya akan bekerja di IKN sebagai central ibu kota Nusantara .selain melakukan beberapa peninjauan pembangunan untuk fasilitas ASN Presiden Ir H Jokowidodo sekaligus memimpin Rapat perdananya dengan bajaran pejabat kementrian serta pejabat penting di Intitusi Polri ,TNI dan unsur pejabat lainnya

Presiden Ir H Jokowidodo dalam pidatonya yang menyampaikan beberapa hal penting yang akan menjadi tugas beberapa pejabat kementerian dan ASN agar mampu mengambil Hikmah dari perpindahan Ibukota yang semula dari DKI jakarta ke Ibukota Nusantara (IKN) yang berada di wilayah provinsi Kalimantan, sebagai ibukota Nusantara dengan lingkungan dan suasana baru dalam pidatonya Presiden Ir H Jokowidodo menitik beratkan kepada seluruh pejabat kementerian dan gubernur semata mata IKN ini bukan hanya sekedar tempat,untuk bekerja dan beraktivitas ditempat baru Namun dijadikan momentum beberapa hal penting diharapkan setiap mitra kerja dari jajaran kementrian dan seluruh ASN Harapan nya agar bisa merubah Main set cara Bekerja Bahwa pembangunan IKN menjadi inspirasi dan angin segar harapan nya akan membawa dampak perubahan positif secara signifikan terutama terhadap pola pikir Masyarakat Indonesia Sehingga kedepan diharapkan mampu menciptakan kegiatan untuk stabilitas untuk menjadi sektor perekonomian dan perkembangan era digitalisasi,dan teknologi kemajuan sehingga mampu bersaing Dengan negara Lain

selain menyampaikan beberapa hal penting yang berkaitan dengan Perencanaan beberapa tugas penting dari beberapa pejabat kementerian dan ASN sebagai Leading sektor yang Rencananya Akan bekerja melanjutkan di pemerintahan kabinet kedepan nya dibawah Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Raka buming Raka pidato perdananya di IKN Presiden Ir H Jokowidodo menyoroti penggunaan Anggaran besar kegiatan Hibah yang Dinilai tidak jelas dan Terindikasi kepentingan politik yang digelontorkan sumber keuangan APBD yang dinilai Fantastic Apabila diterapkan secara, tertata untuk sektor pembangunan fasilitas kesehatan masyarakat bahkan menurut Presiden Ir H Jokowidodo dalam pidatonya Anggaran besar tersebut setara dengan pembiayaan untuk membangun beberapa fasilitas Rumah Sakit. Disetiap Daerah

Salah satu poin Pidato perdananya presiden Ir H Jokowidodo di gedung garuda ibu kota Nusantara IKN 13/ 8/ 2024 dihadapan 36 Gubernur dan dua wakil gubernur yang menyoroti beberapa program Hibah yang menggunakan anggaran besar dinilai tidak ada kejelasan dan terindikasi kepentingan Politik dengan adanya kejadian tersebut presiden Ir H.Jokowidodon Meng instruksikan kepada Beberapa gubernur agar segara mencatat Setiap penggunaan Anggaran program hibah Disetiap daerah yang akan ditindak lanjuti apa disampaikan oleh presiden Ir H Jokowidodo tentunya Secara Rasional, menuai sorotan dari beberapa dari para aktivis penggiat sosial kontrol dan awak media yang satu prekwensi pandang dengan beberapa kegiatan program Hibah di wilayah kabupaten Garut yang memakai rsumber keuangan APBD1 provinsi jawabarat tahun anggaran 2023 untuk beberapa program Hibah pembangunan Ruang kelas baru ( RKB) yang di terima puluhan yayasan,dan isu santer bantuan program keuangan desa (Bankedes) yang bersumber APBD 1 provinsi jawabarat Tahun Anggaran 2023 terdapat temuan,didalam proses dan progresnya pelaksanaan nya diduga terindikasi perbuatan pembuatan melawan hukum praktik KKN Korupsi (Kolusi Dan Nepotisme) dan Dugaan untuk kepentingan politik yang menjadi sorotan dan perhatian kelompok Aktivis dan awak media di provinsi jawabarat tentunya stitmen ketidak jelasan dan untuk kepentingan politik yang disampaikan oleh Presiden Ir H Jokowidodo diduga erat kaitannya dengan Polemik permasalahan progres pelaksanaan dan penggunaan Angggaran untuk program bantuan keuangan desa (Bankedes) yang bersumber dari keuangan APBD 1 provinsi Jawa Barat yang seiring pelaksanaan kontestasi politik yang menyeret keterlibatan dari beberapa calon anggota legislatif untuk DPRD provinsi jawabarat serta untuk pencalonan Anggota dewan DPR-RI dan DPRD dapil kabupaten Garut dari beberapa partai politik beberapa Dugan Yang terjadi pada pelaksanaan program bantuan keuangan desa (Bankedes) dan program bantuan Untuk RKB ( Ruang kelas baru) menjadi temuan kelompok Aktivis dan awak media menjadi salah satu poin Dasar yang Rasional dengan salah satu poin .pidato presiden Ir H Jokowidodo yang berkesi nambungan dengan pemikiran kelompok aktivis Dan awak media di kabupaten Garut

penggunaan Anggaran daerah program Hibah yang bersumber dari Keuangan APBD tahun angggaran 2023 yang bersipat tidak jelas dan Terindikasi untuk kepentingan politik yang disampaikan oleh Presiden Ir H Jokowidodo,sontak menjadi sorotan Kelompok Aktivis dan awak media yang mendapati adanya temuan di beberapa progres Pelaksanaan bantuan untuk sarana pendidikan RKB ( Ruang kelas baru) untuk hibah beberapa yayasan dan.Program bantuan keuangan desa ( Bankedes) untuk pembangunan fasilitas infrastruktur dan fasilitas Lainnya kurang lebih 60 Desa Diwilayah kabupaten Garut terdapat beberapa temuan oleh kelompok aktipis diduga Terindikasi kepentingan politik beberapa calon pejabat Legislatif DPRD provinsi calon pejabat petahana DPR-RI dan Calon Anggota DPRD kabupaten Garut yang ikut dalam kontestasi politik di pileg 2024 Dari hasil investigasi di beberapa wilayah Desa Dikabupaten Garut dan tidak lepas dari Isu Dugan praktik KKN dan kepentingan politik yang erat kaitannya dengan beberapa Pejabat Dewan DPRD yang diduga melakukan konspirasi dengan beberapa unsur kepanitian tiap pelaksana dan oknum desa yang menerima bantuan program desa ( Bankedes) bersumber dari keuangan APBD 1 provinsi jawabarat yang diduga yang erat kaitannya dengan beberapa anggota Dewan yang telah baru dilantik.

ironisnya dari beberapa temuan para aktivis di beberapa program bantuan keuangan desa( Bankedes ) yang sempat menjadi isu santer pemberitaan di beberapa media online di jawabarat sampai yang menuai sorotan dan perhatian Publik tidak ada tindakan serta kejalasan dari Aparat penegak hukum yang bersifat terbuka dan transparan menindak lanjuti permasalahan menjadi temuan dari beberapa aktivis Dan awak media beberapa program hibah Untuk RKB ( Ruang kelas baru) yang diterima oleh Puluhan yayasan dan dugaan Praktik KKN di Progres bantuan keuangan desa (Bankedes) yang diduga dijadikan ajang bancakan dan Tunggangan kepentingan politik yang melibatkan beberapa Calon anggota dewan DPRD provinsi jawabarat dan anggota dewan DPR-RI dari beberapa partai yang diduga sangat terindikasi kerugian keuangan Negara puluhan milyar keuangan APBD 1 provinsi jawabarat, tahun anggaran 2023, tentunya menjadi tanda tanya Publik yang diduga ada kekuatan secara politik BIuse of power yang diduga dari beberapa oknum pejabat yang bersangkutan, tentunya beberapa Aktivis Penggiat sosial kontrol dan jajaran awak media di provinsi jawabarat adanya ketidak jelasan dan transparan berdampak menjadi Penapsiran Negatif, dan tentunya dengan Stitmen pidato yang disampaikan oleh presiden Ir H Jokowidodo, Harapan dari beberapa kelompok aktivis Penggiat sosial kontrol dan jajaran awak media,menjadi awal titik terang untuk mengusut tuntas serta Memproses kepada beberapa oknum yang terlibat di Beberapa program bantuan Hibah RKB (Ruang kelas baru) dan program bantuan keuangan desa (Bankedes) sesuai dengan harapan dan kepercayaan Masyarakat indonesia terhadap penegakan Hukum terhadap para pelaku praktek Korupsi kolusi dan Nepotisme merupakan Musuh bersama di Negara kesatuan Republik Indonesia,

penajournalis.com kabupaten Garut

Editor : Asep NS 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *